TribunJambi/

Sate Kere, Menu yang Disajikan di Pernikahan Anak Presiden, Ini Sejarah dan Maknanya

Sejarahnya, di zaman dahulu, sate merupakan satu di antara makanan termewah yang hanya bisa disantap oleh kalangan menengah ke atas.

Sate Kere, Menu yang Disajikan di Pernikahan Anak Presiden, Ini Sejarah dan Maknanya
Tribun Jogja
sate kere 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu di antara menu kuliner yang disajikan di pesta pernikahan Kahiyang Ayu, dan Bobby Nasution, pada 8 November 2017 yaitu sate kere.

Menariknya, di pernikahan anak Presiden Jokowi di Gedung Graha Saba Buana, Sumber, Solo, katering Chili Pari milik Gibran Rakabuming yang juga kakak dari Kahiyang lah yang menyediakan menu.

Gibran mengatakan sajian menu yang dipilih diantaranya tengkleng, sate kere, cabuk rambak, gudeg, nasi liwet, serabi dan ledre.

“Menunya standar tradisional Jawa. Nanti makanannya ada tengkleng, sate kere, cabuk rambai, gudeg, nasi liwet, serabi dan ledre,” jelas Gibran.

Tahukah Anda sejarah awal mula makanan sate kere ini?

Situs wikipedia menuliskan sate kere adalah sebutan untuk salah satu makanan khas Solo. Makanan ini terbuat dari tempe gambus, yaitu tempe yang dibuat dari ampas tahu.

Selain tempe, bahan dasar pembuatan sate ini juga menggunakan jeroan sapi seperti paru dan usus sapi.Sate ini juga dilengkapi dengan bumbu kacang yang sama seperti sate pada umumnya.

Sejarahnya, di zaman dahulu, sate merupakan satu di antara makanan termewah yang hanya bisa disantap oleh kalangan menengah ke atas.

sate kere
sate kere (tribunnews.com)

Istilah kere yang berarti gelandangan, merupakan pencitraan terhadap kalangan bawah yang terlalu sayang untuk membeli setusuk sate.

Atas alasan inilah, para kalangan bawah melakukan intervensi. Mereka membuat bentuk lain sate dengan bahan dasar jeroan sapi yang mana jika dilihat, sate ini menyerupai sate pada umumnya.

Cara inilah yang menjadi daya tarik bagi kalangan bawah untuk menikmati sate yang kemudian melahirkan sate kere (satenya orang miskin).

Selain itu, sate ini merupakan perwujudan perlawanan dari kalangan bawah kepada kalangan bangsawan dalam budaya feodal yang zaman dahulu masih sangat kental dirasakan oleh masyarakat jawa.

Kahiyang dan Bobby. (Instagram/@ayanggkahiyang)
Kahiyang dan Bobby. (Instagram/@ayanggkahiyang) ()

BACA Generasi Xenial, Lahir Antara Milenial dan X, Ini Ciri-ciri Mereka

BACA Pertamax Tercampur Air Bikin Puluhan Kendaraan Mogok, Ini Penjelasan Pertamina

BACA Misterius, Kota Kuno di Tengah Samudera Pasifik, Ada 97 Blok Terpisah

Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help