TribunJambi/

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Gelar Pelatihan SMK3

Mereka adalah para tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan di Kota Jambi yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Gelar Pelatihan SMK3
IST
Sejumlah tenaga kerja mengikuti pelatihan yang diadakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Jambi, Rabu (1/11) 

TRIBUNJAMBI.COM - Guna meningkatkan kesadaran para pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi gelar Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Hotel Odua Weston, Rabu (1/11).

Sebanyak 25 peserta ikut dalam pelatihan ini.

Mereka adalah para tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan di Kota Jambi yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ada 2 orang yang menjadi nara sumber, yakni Aji Ibrahim dari Sucofindo dan Kepala BPTT/BLK Jambi, Cikmas Hadi Salasa.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Mayriwan Ekaputra mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan tidak lain karena merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.

“Dan ini juga salah satu cara pendekatan BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta, calon peserta, perusahaan dan para pemangku kepentingan sehingga diharapkan akan terjalin hubungan yang harmonis” jelasnya.

Mayriwan melanjutkan, bahwa menurut Pasal 12 UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja, kewajiban dan hak tenaga kerja adalah memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja, memakai alat-alat perlindungan diri, memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselematan dan kesehatan yang diwajibkan serta meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan.

Tenaga kerja juga dapat menyatakan keberatan kerja pada saat syarat-syarat keselamatan dan kesehatan serta alat-alat perlindungan diri diragukan olehnya, kecuali dalam hal-hal khusus yang masih dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Diharapkan setelah acara ini, para pekerja yang dilatih akan mengerti dan memahami pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam bekerja serta dapat mengimplementasikannya di lokasi kerja guna mengurangi terjadinya resiko kecelakaan kerja di tempat kerja” tutupnya. (*)

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help