TribunJambi/

Famadihana, Ritual Menari Bersama Mayat di Madagaskar, Pejabat Imbau untuk Tak Lakukan Lagi, Kenapa?

Tak lupa kain yang membungkus mayat diganti dengan kain baru saat ritual Famadihana dilangsungkan.

Famadihana, Ritual Menari Bersama Mayat di Madagaskar, Pejabat Imbau untuk Tak Lakukan Lagi, Kenapa?
dailymail.co.uk
Famadihana adalah ritual mengajak mayar menari bersama di Madagaskar. 

TRIBUNJAMBI.COM -- Jika di Toraja, Indonesia ada ritual Ma'nene, mendandani dan mengganti pakaian mayat, di Madagaskar, Afrika ada Famadihana.

Famadihana adalah ritual untuk mengajak mayat menari bersama.

Biasanya ritual ini dilakukan pada Juni hingga September saat musim kemarau.

Ritual ini dilaksanakan setiap tujuh tahun setelah penguburan pertama.

Tujuan dari ritual ini adalah untuk berkomunikasi dan mengingat orang-orang tercinta yang meninggal lebih dulu.

Famadihana
(dailymail.co.uk)

Baca: Sadis! Geng Ini Dapatkan Kesenangan dari Membunuh Orang, Satu Korbannya Bahkan Ditusuk 171 Kali!

Kerabat terdekat yang terpilih akan mengeluarkan mayat dari dalam makam.

Setelah itu mayat akan diajak berkeliling makam beberapa kali sambil menari diiringi musik.

Tak lupa kain yang membungkus mayat diganti dengan kain baru saat ritual Famadihana dilangsungkan.

Ritual yang sudah berjalan selama bertahun-tahun ini mendapatkan peringatan dari pejabat Madagaskar.

Halaman
12
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help