TribunJambi/

Baru Dua Puskesmas di Muarojambi Miliki Nilai Akreditasi

Dari 21 Unit Jumlah total Puskesmas yang ada di Kabupaten Muarojambi, diketahui ada empat di antaranya masuk nominasi akreditasi Kementrian

Baru Dua Puskesmas di Muarojambi Miliki Nilai Akreditasi
TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dari 21 Unit Jumlah total Puskesmas yang ada di Kabupaten Muarojambi, diketahui ada empat di antaranya masuk nominasi akreditasi Kementrian Kesehatan. Bahkan baru dua puskesmas yang telah mendapat akreditasi.

Kementerian kesehatan pusat hingga kini terus melakukan pengawasan terhadap mutu pelayanan  kesehatan di setiap daerah termasuk Provinsi Jambi dan Kabupaten Muarojambi, satu diantaranya dengan cara melakukan penilaian terhadap setiap puskesmas yang ada agar menjadi pusat pelayanan kesehatan daerah yang memiliki standar nasional atau standar Kemenkes RI, baik dari segi sumber daya manusia maupun kualitas peralatan medis.

Di Kabupaten Muarojambi, ternyata dari empat puskesmas yang masuk nominasi, dua di antaranya telah terakreditasi. Masing- masing puskesmas non rawat inap Sekernan Ilir mendapat penilaian akreditasi dasar, dan puskesmas rawat inap Simpang Sungai Duren dengan penilaian akreditasi madya.  Sementara dua lainnya masih menunggu hasil penilaian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuarojambi, dr. Ilham, kepada Tribunjambi.com, Selasa (24/10).

"Yang sudah ada nilai akrditasinya Puskesmas Sekernan Ilir dan Simpang Sungai duren, namun yang sudah dalam proses penilaian yaitu puskesmas Tempino dan Kebun Sembilan, namu nilainya belum keluar," sebut Ilham.

Selain itu, Ia juga menyebutkan pemkab kedepan akan memperluas jangkauan pelayanan dengan cara membangun IGD di Puskesmas non rawat Inap.

"Dari 21 puskesmas yang ada di Muarojambi, saat ini terdiri dari tujuh puskesmas rawat inap dan 14 belas puskesmas non rawat inap. Kedepan Pemkab melalui dinas kesehatan Muarojambi mewacanakan akan membangun IGD 24 jam di setiap puskesmas non rawat inap tersebut, sebagai upaya membantu penanganan medis yang bersifat emergency," pungkas Ilham.

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help