TribunJambi/

Dituntut 6 dan 7 Tahun Penjara, Dua Terdakwa Kasus Alkes Menangis

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Raden Mattaher tahun 2015 menangis.

Dituntut 6 dan 7 Tahun Penjara, Dua Terdakwa Kasus Alkes Menangis
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi menangis 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Raden Mattaher tahun 2015 menangis. Ini terjadi  usai dibacakan tuntutan oleh JPU dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Rabu (18/10/2017). 

Baik Diah Anggarini maupun Wulandari tak kuasa meneteskan air mata setelah mendengar tuntutan JPU dalam sidang yang di pimpin ketua majelis hakim Lucas Sahabat Duha. 

Dalam sidang tersebut tuntutan di bacakan oleh Fahrurozi, salah satu dari anggota tim JPU. 

Keduanya dituntut dengan hukuman bebeda, meski dinyatakan bersalah dan meyakinkan dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,3 Miliar Rupiah. 

Dalam sidang itu, Diah Anggarini yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran sebesar Rp 14 Miliar untuk pembelian alat kesehatan kebutuhan RSUD Raden Mattaher Jambi. 

Diah dituntut enam tahun penjara denda Rp 50 Juta subsider tiga bulan penjara. 

Sementara Wulandari selaku Rekanan atau kuasa dari PT Arum dituntut lebih tinggi. Yakni 7 tahun penjara, denda Rp 50 Juta subsider tiga bulan penjara. 

Namun keduanya dituntut pidana tambahan berupa uang pengganti ata kerugian negara sebesar 8,3 Miliar Rupiah. 

"Apabila tidak dibayarkan dalam tempo satu bulan setelah putusan bersifat tetap maka diganti kurungan penjara tiga tahun enam bulan," ucap Fahrurozi membacakan Tuntutan dalam sidang itu. 

Menurut JPU keduanya terbukti bersalah dan meyakinkan atas tindak pidana korupsi. 

Selain itu keduanya juga disebut tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi. 

Sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal  3 jo 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001, jo Pasal 55 KUHP.

Atas tuntutan itu, tim Penasehat Hukum kedua terdakwa menyampaikan keberatan dan akan menyampaikan nota pembelaan dalam sidang selanjutnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help