TribunJambi/

Pompong Tanpa Nama, Kedapatan Membawa Kayu Tanpa Dokumen.

Satu unit pompong di perairan Sungai Pengabuan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat diamankan oleh Marnit Kuala Tungkal

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu unit pompong di perairan Sungai Pengabuan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat diamankan oleh Marnit Kuala Tungkal Ditpolair Polda Jambi, Kamis (12/10) sekira pukul 01.17 mengamankan , pada posisi kordinat 00 47'.172"S 103 7'.549" E.

Pompong tak bernama itu dinakhodai oleh Arianto (34) warga Parit Jalil RT 01 Desa Sido Maju, Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat, dengan satu orang Anak Buah Kapal (ABK) yaitu M Sultoni (47) warga Teluk Kerupuk Desa Keladian RT 10, Kecamatan Tebing Tinggi Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat.

Pompong tersebut berlayar dari perairan Teluk Kerupuk Tungkal Ulu, dengan tujuang Senyerang, Saat melihat pompong tersebut melintas, anggota yang berpatroli pun mengikuti dan kemudian menghentikannya.

Setelah diperiksa, ternyata pompong itu memuat kayu olahan jenis Meranti dan Kruwing sekira 5 meter kubik.

Kemudian Petugas meminta nakhoda kapal untuk menunjukkan dokumen sah terkait pengangkutan kayu tersebut.

Dan Arianto tak bisa menunjukkannya.
"Keduanya terpaksa kita amankan ke Mako Ditpolair Polda Jambi," kata Dirpolair Polda Jambi Kombes Pol Yossi Muhammarta, melalui Kasatrolda AKBP Romi Agusriansyah, Jumat (13/10).

Ia mengtakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Keduanya bisa dijerat pasal 12 huruf b,c,d Jo pasal 83 ayat 1 huruf a,b,c UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help