TribunJambi/

Dana Rumah Sakit Belum Cukup

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) masih belum

Dana Rumah Sakit Belum Cukup
net
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) masih belum mampu untuk membeli obat sendiri. Pembelian Obat masih dibantu dana dari APBDPerubahan 2017.

Dalam APBD Perubahan Kabupaten Tanjab Barat 2017 ternyata masih dianggarkan dana untuk pembelian obat bagi RSUD KH Daud Arif. Dana yang dianggarkan itu lumayan besar. Bahkan Jamal Darmawan anggota DPRD Tanjab Barat pun mengaku sempat mempertanyakan hal itu dalam pembahasan.

“Kita kemarin pertanyakan dalam pembahasan. Katanya sudah dikelola mandiri. Tetapi kenapa masih dibantu. Tetapi ternyata mereka masih belum mampu secara keuangan,”ungkap jamal Darmawan Sie, Jumat (13/10).

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak RSUD KH Daud Arif maka mereka pun menyetujui untuk memasukan pembelian obat dalam APBDPerubahan. Mereka pun tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan bila memang keuangan rumah sakit tidak mencukupi untuk pembelian obat.

“Tentu kita mendukung kesehatan masyarakat,”ungkap Jamal.

Jamal mengatakan bahwa anggaran untuk pembelian obat cukup besar juga. Tetapi dirinya tidak mengingat secara pasti nilai uang yang dianggarkan.

Sementara itu, dr Elfri Syahril, Direktur RSUD KH Daud Arif ketika dikonfirmasi mengenai hal itu membenarkan. Dikatakannya bahwa keuangan rumah sakit masih belum cukup untuk pembelian obat sendiri untuk beberapa bulan kedepan. Maka dari itu, pihaknya masih mengharapkan dana APBDPerubahan untuk pembelian obat.

“Untuk saat ini keuangan kita masih belum mampu. Makanya kita berharap pada APBDPerubahan untuk pembelian obat,”ucap Elfri.

Untuk pembelian obat itu sendiri diakuinya dimasukan dalam APBDPerubahan sebesar Rp 1,3 miliar. Dimana dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan obat mulai bulan Oktober 2017 - Maret 2018.

“Dana kita anggarkan untuk cukup membeli obat sampai bulan Maret 2018. Hitung-hitungannya anggaran baru efektif dibulan-bulan tersebut. Bila tidak kita akan kesulitan melayani pasien yang saat ini meningkat,”terangnya.

Penganggaran pembelian obat pada APBD ini baru di perubahan. Pada APBD Murni 2017 lalu pihak rumah sakit menggunakan dana sendiri untuk pembelian obat. Sehingga mereka pun berharap pada 2018 nanti bisa membeli obat sendiri.

“Pada APBD Murni kita tidak minta bantu. Hanya pada APBDPerubahan. Mudah-mudahan tahun depan kita sudah memiliki dana sendiri,”ungkapnya.

Penulis: dunan
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help