TribunJambi/
Home »

Jambi

» Bungo

Benang Kusut Internal Pansus BUMD

Anggota dewan marah karena pansus (panitia khusus) untuk memeriksa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Anggota dewan marah karena pansus (panitia khusus) untuk memeriksa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bungo akan paripurna tanpa pemberitahuan.

Gusriyandi Rifai selaku ketua fraksi PDI Perjuangan sekaligus anggota pansus marah. Dia mengatakan hasil pemeriksaan pansus belum menemukan titik terang atau kesimpulan bersama, tapi tiba-tiba sudah ada tanggal paripurnanya.

“Banyak yang tidak diberitahu kalau sudah ada tanggal paripurnanya. Undangan paripurna juga tidak dapat,” ungkap Gusriyandi, pada Kamis (12/10).

“Kalau begitu kerja pansus kan jadi tidak maksimal, walau pun saya juga ada di dalamnya,” tambahnya.

Gusriyandi mengatakan kerja pansus ini menghabiskan dana yang tidak sedikit. “Tanpa kerja maksimal semua akan sia-sia. Tanpa ada timbal balik dan manfaat untuk kabupaten, PDIP sangat kecewa,” katanya.

Dia mengatakan pansus harus mempunyai kesimpulan akhir dan kesepakatan untuk dilaporkan pada paripurna.

Selain Gusriyandi, ada pula Bakar selaku ketua fraksi Gerindra DPRD Bungo yang turut kecewa. “Kita kecewa dengan pansus ini,” katanya.

Bakar mengatakan dirinya selaku pansus, turut serta memanggil dan memeriksa orang-orang yang ada di BUMD. “Kita sudah memanggil beberapa orang yang terkait dalam pengelolaan BUMD tersebut,” katanya.

Dia mengatakan sama halnya dengan Gusriyendi, dirinya kecewa. Hal ini disebabkan oleh adanya paripurna yang tiba-tiba, sedangkan kesimpulan dan keputusan bersama belum ditetapkan oleh pansus.

“Iya kesimpulan akhir tentang pansus itu kan belum, tahu-tahu besok diparipurnakan, kami dak tau ini ulah siapo, memang belum ado kaata sepakat atau kesimpulan dalam pansus,” ungkapnya.

Dia mengatakan pansus sudah beberaa kali memanggil pihak yang terkait BUMD. Seperti salah satu BUMN dan pihak BUMD sendiri.

“Kita jelas kecewa dengan situasi seperti ini. Tapi besok ini dibicarakan,” katanya.

Tak hanya paripurna yang mendadak, dirinya mengatakan perpanjangan waktu pansus un tidak diberi tahu.

“Dak berani menyalahkan ketua entah prosesnya bagaimana. Yang jelas kecewalah tau tau sudah mau diparipurnakan,” katanya.

Meski pun begitu dirinya mengatakan Jumat (13/10) hal ini akan dibicarakan bersama.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help