TribunJambi/

Tuntut DPRD dan Pemkab Atasi Krisis Listrik

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMM) Tanjab Barat berunjukrasa terkait persoalan

Tuntut DPRD dan Pemkab Atasi Krisis Listrik
Rangga Baskoro
Tiang listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 

TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMM) Tanjab Barat berunjukrasa terkait persoalan listrik. Mahasiswa menuntut pemerintah dan DPRD bekerjasama dengan swasta serta terbuka kepada public tentang kontrak yang dibuat.

Puluhan Mahasiswa yang menamakan diri AMM berunjukrasa di DPRD Tanjab Barat. Persoalan yang menjadi tuntutan dalam aksi mereka ini adalah terkait persoalan listrik.

Ahmad Fauzi, koordinator aksi, menyebutkan problema pemadaman listrik yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Wilayah Tanjab Barat sudah merugikan masyarakat. kerugian ditimbulkan karena banyak peralatan elektronik warga yang rusak.

“Kami mereka merasa prihatin dan mendesak pemerintah serta DPRD untuk serius mengentaskan persoalan listrik tersebut,”ungkap Ahmad Fauzi, Kamis (12/10).

Mereka pun sangat menyayangkan sedikitnya informasi tentang persoalan listrik yang sampai kepada masyarakat. Demikian pula mengenai apa yang menjadi penyebab krisis listrik di Tanjab Barat ini sulit diselesaikan. Bahkan puluhan mahasiswa yang menamakan diri AMM ini pun menyayangkan krisis listrik yang terjadi tersebut ada di daerah yang kaya akan gas.

“Hal ini sangat bertolak belakang dengan Daerah yang kaya gas. Seharusnya masalah pasokan listrik kita tidak seperti ini,” katanya.

Para mahasiswa ini pun merujuk pada undang-undang No. 30/29 tentang kelistrikan tentang ganti rugi jika pemadaman listrik. Maka dari itu, pihak mahasiswa mengharapkan perhatian serius dari DPRD dan Pemkab Tanjab Barat untuk bisa segera mengatasinya problematika kelistrikan.

“Kami meminta sikap ketua DPRD untuk serius menanggapi problema kelistrikan. Mendesak Bupati untuk membuka kontrak kerjasama antara PetroChina, PLTG dan PLN. Mendesak kepala PLN meningkatkan kualitas pelayanan serta menegakkan undang-undang kelistrikan yang berlaku secara utuh dan tegas, dan masalah lain yang menyangkut kelistrikan,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan, tuntutan mereka untuk menghadirkan pihak terkait guna menanggulangi problema kelistrikan di Tanjab Barat akan dilakukan penjadwalan ulang pada Senin (16/10) dengan menghadirkan pihak pemkab, PetroChina dan PLN.

Puluhan mahasiswa tersebut pun diterima oleh pihak Dewan untuk duduk bersama. Anggota DPRD Tanjab Barat, Ambok Angka, SH yang menerima puluhan mahasiswa tersebut mengatakan, pihak Dewan menghargai apa yang disampaikan para mahasiswa.

“Kami menghargai apa yang disampaikan rekan mahasiswa. Berhubung anggota Dewan lainnya sedang ada tugas maka hearing ini akan kita lanjutkan dengan yang turut dihadiri pihak Pemkab, Petrochina dan PLN,” tutupnya.

Penulis: dunan
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help