TribunJambi/

Kurang Air, Kapalas Sarolangun Minta Bantu Pemkab

Bermasalah dengan anggaran yang minim, Lapas Klas III Sarolangun harus berhemat untuk pembayaran tagihan air.

Kurang Air, Kapalas Sarolangun Minta Bantu Pemkab
TRIBUNJAMBI/JAKA HB
ILUSTRASI LAPAS 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Bermasalah dengan anggaran yang minim, Lapas Klas III Sarolangun harus berhemat untuk pembayaran tagihan air. Jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas, membuat anggaran mereka keluar lebih banyak dari yang diperkirakan.

Kepala Lapas Sarolangun, Supriyadi mengatakan air PDAM hanya digunakan untuk keperluan masak di dapur. "Air PDAM cuma untuk dapur, makan dan minum, kalau kita alirkan ke blok, nanti pembayarannya tidak tercover," katanya beberapa waktu lalu.

Untuk keperluan mandi dan mencuci warga binaan yang kini jumlahnya 300 orang lebih, pihak lapas menggunakan sumur bor. Namun saat kemaru, kapasitas air terkadang tak mencukupi. Ia pun mengaku telah bicara dengan pihak Pemkab dan dewan agar bisa dibantu untuk mengatasi masalah air.

Supriyadi menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan air yang banyak, mereka membutuhkan penampungan air yang diperkirakan berukuran 10x20 meter, dengan tinggi 2 meter. Tambahan sumur bor dan juga tempat penyaringan.

"Ini kan air gambut, jadi perlu ada sekat-sekat penyaringan, sampai airnya bisa layak digunakan," ujarnya.

Selain itu, pihak lapas juga berencana perlu membuat tower yang dilengkapi penampung air untuk mengalirkan air ke setiap blok lapas.

Karena alasan anggaran yang terbatas, ia pun berharap Pemkab dan dewan Sarolangun bisa membantu menyelesaikan masalah kebutuhan air tersebut

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help