TribunJambi/

Gunung Kerinci Semburkan Abu Setinggi 400 Meter

Aktifitas gunung Kerinci hingga saat ini masih menyemburka asap tebal. Para pendaki maupun wisatawan dilarang

Gunung Kerinci Semburkan Abu Setinggi 400 Meter
TRIBUN JAMBI/DEDDY RACHMAWAN
Gunung Kerinci terlihat dari Kayu Aro 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Aktifitas gunung Kerinci hingga saat ini masih menyemburka asap tebal. Para pendaki maupun wisatawan dilarang naik sampai radius 3 KM dari kawah gunung Kerinci.

Kepala pos pemantau gunung Kerinci, Indra Saputra mengatakan kendati status gunung kerinci masih waspada level II. Namun terus menunjukkan keaktifannya. Pada Kamis (12/10) terpantau asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih degan intentensitas tebal dan tinggi 400 meter diatas kawah puncak.

"Jadi kita merekomendasikan masyarakat disekitar gunung Kerinci dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di dekat gunung Kerinci dengan radius 3 KM dari kawah aktif," jelasnya

Selain itu, dikatakan Indra bahwa menurut pantauan mereka, sebaiknya jalur penerbangan sekitar gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih berpotensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu penerbangan. "Ini kita sarankan jalir penerbangan dihindari dari kisaran gunung kerinci," ujarnya

Disamping itu cuaca ekstrem saat ini masih melanda kawasan Gunung Kerinci, masih kerap terjadi hujan disertai angin kencang. Bahkan sejumlah pendaki terpaksa mengurungkan niatnya untuk melakukan pendakian, karena ada informasi badai berpotensi terjadi di kawasan gunung api tertinggi di Sumatera tersebut.

“Bagi masyarakat dan pencinta alam yang berencana naik ke Gunung Kerinci, sebaiknya mengurungkan niat tersebut. Saat ini sedang terjadi cuaca ekstrem, dan kita takutkan terjadi badai di Gunung Kerinci,” kata Sutomo seorang pendaki.

Dia juga menemukan jalur pendakian saat ini berubah menjadi aliran air karena tingginya intensitas hujan. Bahkan Sutomo menyebutkan jika jarak pandang juga sangat terbatas. "Dua hari yang lalu rombongan bule dari Jerman juga gagal ke puncak karena tidak mau mengambil resiko,” tandasnya.

Sementara itu, Petugas jaga R10 Dudung saat dikonfirmasi membenarkan adanya pergerakan kencang awan hitam di ketinggian kurang lebih 3000 mdpl. "Iya, memang terlihat pergerakan awan hitam di sekitaran Gunung Kerinci," katanya.

Sementara itu data yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan geofisika (BMKG) Depati Parbo bahwa hujan dengan intensitas ringan disertai angin masih akan terjadi diwilayah Kerinci. Kepala BMKG Kerinci Jon Haides dalam grup BMKG menyampaikan jarak pandang sekitar 1000-9000 meter. "Selama beberapa hari ini potensi hujan disertai angin masih terjadi. Terlihat dari citra satelit himawari 8 kondiai terkini menunjukkan seluruh kabupaten kerinci dan kota sungai penuh tertutup oleh awan hujan," bebernya.

Penulis: hendri dede
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help