TribunJambi/

Ada Garam Campur Pecahan Kaca Beredar

Produk kemasan garam yang beredar di Kuala Tungkal ditemukan warga bercampur dengan serpihak kaca. Terungkapnya garam

Ada Garam Campur Pecahan Kaca Beredar
ANTARA FOTO/SYAIFUL BAHRI
ilustrasi Pengolahan garam 

TRIBUNJAMBI.COM, TUNGKAL – Produk kemasan garam yang beredar di Kuala Tungkal ditemukan warga bercampur dengan serpihak kaca. Terungkapnya garam bercampur pecahan kaca ini ditemukan oleh ibu rumah tangga di Kuala Tungkal.

Garam kemasan bercampur pecahan kaca ditemukan beredar di Kuala Tungkal. Garam yang tercampur tersebut sempat digunakan oleh salah seorang ibu rumah tangga, bernama Rita. Beruntung, campuran pecahan kaca itu diketahui ketika proses memasak dan belum sempat dikonsumsi.

Terungkapnya garam bercampur pecahan kaca itu ketika Rita sedang mengolah bumbu masakahnya. Ketika itu, garam yang baru dibelinya dari warung depan rumah dicampurkan pada bumbu masakannya untuk digiling. Akan tetapi ketika proses penggilingan, dirinya merasa ada yang berbeda dengan garam yang dimasukkanya.

“Saya mau buat sarapan, pas mau mencampurkan garam dengan bumbu masakan, terasa ada keanehan. Warnanya bening tapi mengkilat dan bergumpal besar-besar,”terangnya.

‎Merasa penasaran, Rita pun berusaha membuktikan dugaannya. Butiran bening tersebut dan memasukkan ke dalam air. Setelah itu berusaha melarutkannya dalam air, ternyata benda asing yang diduga pecahan kaca ini tetap utuh alias tidak berubah seperti garam pada umumnya.

“saya sudah upaya mencoba melarutkan dalam air. Tetapi tetap utuh seperti semula. Dan saya bersyukur juga karena belum mencampurkan ke dalam masakan,”ungkap Rita.

Akhirnya, Rita memilih untuk membeli garam dalam kemasan lain. Dan sisa garam yang bercampur dengan material lain tersebut pun disimpannya dan tidak digunakan lagi.

Namun, terkait temuan warga ini, Syafriwan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kabupaten Tanjung Jabung Barat, belum memberikan keterangan.

Akan tetapi, Sekda Tanjab Barat, Drs H Ambok Tuo, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendengar kejadian tersebut. Dirinya hanya mengatakan bahwa harus membuktikan dengan melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap garam yang dimaksud dan produk garam yang ada di pasaran.

“Saya sudah mendengar, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan dari Dinas Perindag, tapi akan kita tanyakan secepatnya,” janji Sekda H Ambo Tuo.

Penulis: dunan
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help