TribunJambi/

Beruang yang Masuk ke Pemukiman di Kerinci Terbunuh, Warga Menyayangkan

Tewasnya seekor beruang yang masuk ke pemukiman warga di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kerinci banyak menarik

Beruang yang Masuk ke Pemukiman di Kerinci Terbunuh, Warga Menyayangkan
TRIBUNJAMBI/Hendridedeputra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Tewasnya seekor beruang yang masuk ke pemukiman warga di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kerinci banyak menarik perhatian warga lainnya. Sebagian menyayangkan tewasnya beruang tersebut, karena beranggapan bahwa beruang merupakan satwa langka yang dilindungi.

Seperti dikatakan Desi, seorang warga Kerinci saat melihat tersebarnya poto maupun video saat penangkapan beruang mengatakan ikut prihatin. Karena menurutnya satwa tersebut tidak harus dibunuh, tetapi dikembalikan ke habitatnya.

"Iya, ini binatang yang dilindungi seharusnya dikembalikan ke habitatnya. Atau ditangkap dan diserahkan ke pihak yang bertanggungjawab akan hal itu," katanya

Menurutnya binatang seperti beruang, harimau dan satwa liar yang lain bisa sampai masuk ke pemukiman pasti ada masalah di habitat mereka. Mestinya bisa disikapi dengan melaporkan ke pihak yang berwenang untuk menangkapnya.

Iyan, warga Kerinci lainnya juga setelah melihat kejadian ini menurutnya pihak TNKS, BKSDA perlu juga melakukan pelatihan cara mengusir satwa yang masuk perkampungan, atau gencar sosialisasi ke warga yang berada di kawasan TNKS.

"Ini penting agar warga tahu, kalau ini sungguh kejam tidak berkeperihewanan, beruang itu tidak akan masuk kampung jika habitatnya tidak terancam," ungkapnya

Dia juga mengajak sudah menjadi tugas kita bersama untuk menyebarkan berita positif tentang keberadaan satwa liar yang juga ciptaan Tuhan ini.

"Saran untuk pihak TNKS, BKSDA dan pihak-pihak terkait untuk turun ke masyarakat mrlakukan sosialisasi tentang satwa-satwa yang hampir punah dan dilindungi agar mereka tahu dan tidak berburu atau membunuh satwa. Khususnya untuk msyarakat yang dekat dan sekitar kawasan hutan yang menjdi tmpat satwa," jelasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help