TribunJambi/

Putusan Banding HBH, Justru Memberatkan

Bukannya kendapatkan keringanan, upaya putusan banding yang dilakukan oleh Hasan Basri Harun (HBH) mantan sekda

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bukannya kendapatkan keringanan, upaya putusan banding yang dilakukan oleh Hasan Basri Harun (HBH) mantan sekda Sarolangun ke Pengadilan Tinggi justru berbuah pahit.

Terdakwa kasus pembangunan Perumahan PNS Kabupaten Sarolangun ini justru dijatuhkan pidana selama empat tahun oleh majelis hakim PT yang diketuai oleh Kresna Menon.

Vonis ini lebih tinggi dua tahun dari pidana yang dijatuhkan pada pengadilan pertama.

Dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi menyebutkan jika HBH terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Sebagaimana pada dakwaan primer pasal 2 bukan dakwaan subsider 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Majelis haki juga menjatuhkan denda 200 juta subsider enam bulan menetapkan terdakwa masih di tahan.

Makaroda Hafat, Humas Pengadilan Tipikor Jambi dikonfirmasi awak media membenarkan adanya dakwaan dari PT tersebut.

“Untuk putusan terdakwa Hasan Basri Harun naik jadi 4 tahun, sementara untuk dendanya tetap,” ujarnya, Selasa (10/10/2017).

Sementara untuk terdakwa Ade Lesmana Syuhada Direktur PT Nura Unggul Abadi (NUA) putsan pidananya masih tetap 7 tahun enam bulan.

"Hanya saja demdanya 14 Miliar Rupiah dari denda sebelumnya 20 Miliar. Putusannya hari ini kita kirim ke Jaksa dan Terdakwa,"Pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help