TribunJambi/

Analis Bilang Ada Kekhawatiran Saham Melemah

"Tetap antisipasi sentimen terutama dari berita-berita sektoral dan emiten, yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah,"

Analis Bilang Ada Kekhawatiran Saham Melemah
Tribun Jambi
Ilustrasi.

TRIBUNJAMBI.COM - JAKARTA. Laju IHSG kembali memperlihatkan ketahanannya di zona hijau meski secara tren belum terlihat signifikan. Pelaku pasar masih terbatas dalam melakukan aksi belinya yang berimbas pada kenaikan yang hanya beberapa poin.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas, menyatakan kekhawatiran akan kembali terjadinya pembalikan arah melemah membuat pelaku pasar cenderung menahan diri. Pergerakan variatif kembali mencoba menguat diperkirakan akan kembali terjadi.

"Tetap antisipasi sentimen terutama dari berita-berita sektoral dan emiten, yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah," ujar Reza dalam riset yang diterima KONTAN, Senin (9/10).

Berikut ini, saham-saham pilihan versi Binaartha:

1. BBNI ditutup melemah di level 7375 pada 9 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 7450 dan 7575 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di area garis tengah dari bollinger sehingga peluang adanya technical rebound masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 7300 – 7375, dengan target harga secara bertahap di level 7575, 7750 dan 7850.

2. INDF ditutup melemah di level 8400 pada 9 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 8525 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 8300 – 8400, dengan target harga secara bertahap di level 8525, 8700, 8800 dan 9200.

3. ROTI ditutup menguat di level 1220 pada 9 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 1250 dan 1300 berhasil tercapai. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.“Akumulasi Beli” pada area level 1190 – 1220, dengan target harga secara bertahap di level 1250, 1300 dan 1355.

4. TLKM ditutup melemah di level 4620 pada 9 Oktober 2017. Saat ini, harga bertahan di area garis bawah dari bollinger dan candle membentuk pola bullish inverted hammer yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level 4590 – 4610, dengan target harga secara bertahap di level 4710, 4840 dan 5000.

5. WSBP ditutup melemah di level 346 pada 9 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 486 berhasil tercapai. Kemudian, pergerakan harganya turun di bawah level 400. Adapun, indikator RSI menunjukkan jenuh jual. Sementara itu, terdapat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada area level 340 – 344, dengan target harga secara bertahap di level 376, 450 dan 488.

6. WSKT ditutup melemah di level 1800 pada 9 Oktober 2017. Adapun indikator MACD sudah membentuk pola golden cross. Selain itu, terdapat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1790 - 1800, dengan target harga secara bertahap di level 1905, 2230, 2400 dan 2500. (Dede Suprayitno)

Editor: duanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help