TribunJambi/

10 Saham Termurah, Perhitungkan Kalau Mulai Menanjak

Nah, di saat IHSG terus menanjak, PER bisa menjadi alat pertimbangan Anda dalam memilih saham yang valuasinya masih murah.

10 Saham Termurah, Perhitungkan Kalau Mulai Menanjak
Tribun Jambi
Ilustrasi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Seiring tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berulang kali mencetak rekor baru, harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat. Otomatis, harga sebagian saham itu menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Namun, bukan berarti tidak ada peluang bagi investor untuk membidik saham berharga murah. Nah, salah satu alat utama untuk menghitung mahal atau murahnya harga suatu saham adalah dengan membandingkan antara harga saham dengan laba bersih perusahaan.

Di dalam analisis fundamental, seperti Anda tahu, alat ukur ini populer disebut PER yang merupakan kependekan dari price to earning ratio. PER dihitung dengan cara membandingkan harga saham emiten dengan laba bersih per saham yang dihasilkan emiten tersebut dalam setahun (atau disetahunkan). O iya, laba bersih per saham (earning per share) dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar.

Melalui perhitungan tersebut, investor bisa mengetahui berapa kali lipat harga sebuah saham terhadap laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Semakin kecil hasilnya, maka valuasi harga saham dianggap murah. Sebaliknya, jika hasilnya semakin besar, valuasinya dianggap lebih mahal.

Misalnya, emiten ABCD memiliki laba bersih per saham Rp 100. Sedangkan harga sahamnya Rp 1.000 per saham. Maka, dengan membagi Rp 1000 dengan Rp 100, hasilnya adalah 10 kali. Dengan demikian, harga saham ABCD di posisi Rp 1.000 adalah 10 kali laba yang dihasilan perusahaan.

Meski bukan satu-satunya, PER menjadi salah satu rasio pertama yang diperhatikan investor, khususnya investor fundamental, sebelum membeli saham. Dibandingkan rasio keuangan lainnya seperti price to book value (PBV), PER juga lebih populer.

Nah, di saat IHSG terus menanjak, PER bisa menjadi alat pertimbangan Anda dalam memilih saham yang valuasinya masih murah.

Berikut ini KONTAN sajikan 10 saham dengan valuasi harga paling murah. Daftar di bawah ini tidak memasukkan saham-saham yang tidak ditransaksikan dalam sepekan terakhir. Mengutip data RTI per Senin (9/10), inilah 10 saham dengan PER paling rendah.

Emiten Kode Saham PER (kali) Harga Saham (Rp/saham)
PT Energi Mega Persada Tbk ENRG 0,16 74
PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA 1,19 595
PT Weha Transportasi Utama Tbk WEHA 1,25 210
PT Saratoga Investama Tbk SRTG 1,65 3.290
PT Sumber Energi Andalan Tbk ITMA 1,87 850
PT Bumi Citra Permai Tbk BCIP 2,08 127
PT ICTSI Jasa Prima Tbk KARW 2,57 131
PT Prima Alloy Steel Tbk PRAS 2,81 202
PT Bumi Resources Tbk BUMI 3,06 202
PT Tembaga Mulia Semanan TBMS 3,14 965

Secara valuasi berdasarkan PER, 10 saham di atas merupakan saham paling murah. Namun, dalam praktiknya, belum tentu saham yang undervalued memiliki prospek dan potensi kenaikan harga yang menarik di masa mendatang. Sebab, seperti Anda pahami, PER hanya menghitung valuasi berdasarkan harga saat ini dibandingkan laba bersih yang sudah diperoleh perusahaan. Artinya, rasio ini tidak memperhitungkan proyeksi tingkat pertumbuhan di masa mendatang.

Meski begitu, investor saham bisa memanfaatkan rasio PER bersama rasio keungan lainnya untuk memilih saham yang berharga murah namun bernilai tinggi. Mengutip investor kawakan Warren Buffett, "Price is what you pay. Value is what you get."

* Anda bisa melihat data harian PER saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia secara lengkap di Rubrik Data Pasar Harian KONTAN. (Herry Prasetyo)

Editor: duanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help