TribunJambi/

Titip Tahanan Ditolak, Kejaksaan Negeri Jambi Tunda Sidang Pidana Umum Hingga 2 Minggu

Dua minggu sidang perkara pidana umum (Pidum) ditunda, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Jambi akhirnya angkat Bicara.

Titip Tahanan Ditolak, Kejaksaan Negeri Jambi Tunda Sidang Pidana Umum Hingga 2 Minggu
TRIBUNJAMBI/HANIF BURHANI
Kerusuhan pecah di Lapas Klas IIA Jambi, Rabu (1/3/2017) malam, hingga lapas pun terbakar. Kerusuhan pecah sekitar pukul 19.00. Namun aksi memanas hingga menjelang tengah malam. Tahanan wanita pun dievakuasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua minggu sidang perkara pidana umum (Pidum) ditunda, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Jambi akhirnya angkat Bicara.

Kamis (5/10/2017) Imam Wijaya Kajari Jambi saat dikonfirmasi awak media menjelaskan alasan penundaan sidang.

Ia mengatakan jika persolannya saat ini dari 100 lebih terdakwa, sebagian besarnya terpaksa dititipkan ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Ini merupakan imbas dari kericuhan di Lapas Kelas IIa Jambi beberapa waktu lalu hingga akhirnya pihak lapas melalui Kantor perwakilan Kemenkumham menolak titipan tahanan kejaksaan.

"Kalau kondisinya tidak memungkinkan, karena akses jauh. Dari Sabak kita jemput lagi ke Kuala Tungkal trus bawa ke Jambi, kasian tahanannya kecapean makanya terpaksan kita tunda,"Ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya belum mendapat konfirmasi kembali kapan titipan tahanan kasus Pidum bisa kembali dititipkan di lapas kelas IIA jambi.

"Kemarin hanya satu atau dua minggu kalau penjelasan dari Kemenkumham provinsi Jambi. Tapi sampai sekarang kita belum dapat jawaban,"Ujarnya.

Ia menambahkan tak dipungkiri saat ini pihaknya menjadi sorotan masyarakat terkait penundaan sidang. Namun ia berharap masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini.

Bahkan Kajari Jambi dikonfirmasi awak media mengakui saat ini pihaknya kewalahan menangani tahanan pasca kejadian di Lapas yang berimbas pada tahanan Jaksa.

"Karna tidak bisa dititip ke Lapas kelas II A, terpaksa dititip ke lapas lain. Di Tungkal ada 46 terdakwa kita dititipkan disana, kemudian 50 sekiannya ada di Sabak, sisanya di Polsek-Polsek," jelasnya.

"Karna lokasi jauh tentu memakan banyak waktu,belum lagi resiko dalam perjalanan. Jadi kalau ditanya jaksa kok tidak bisa menghadirkan tahanan, ada apa? Ini lah persoalannya, kita mau titip dipolsek-polsek aja sudah penuh juga,"pungkasnya. (dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help