TribunJambi/

Diprediksi 15 Tahun Lagi Lahan Sawah di Kerinci akan Habis

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Alih fungsi lahan untuk pemukiman di Kota Sungai Penuh semakin

Diprediksi 15 Tahun Lagi Lahan Sawah di Kerinci akan Habis
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Sawah puso di Sungai Penuh 

Laporan wartawan Tribun Dede

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Alih fungsi lahan untuk pemukiman di Kota Sungai Penuh semakin meningkat. Hal ini seiring peningkatan jumlah penduduk tiap tahunnya. Berdasarkan data dari dinas tanaman pengan dan hortikultura Kota Sungai Penuh, total luas baku areal persawahan saat ini mencapai 3.519 hektare tersebar di 8 kecamatan.

Dari total luas baku tersebut terdapat 2.227,4 hektare atau 66 persen yang berpotensi menjadi LP2B yang telah diusulkan tiap kecamatan.

"Dalam setahun 10 hingga 12 persen dari total luas baku lahan persawahan di Sungai Penuh dialihfungsikan untuk pembangunan rumah dan pembangunan infrastruktur lainnya. Ini dikhawatirkan berdampak pada penurunan produksi padi beberapa tahun kedepan," kata Iwan Setiawan, Kabid PSP Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sungai Penuh, Rabu (27/9).

Untuk mengantisipasi hal ini, 2.227,4 hektare lahan pertanian diusulkan untuk dijadikan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). "Untuk itu diusulkannya LP2B, diharapkan dapat menekan alih fungsi lahan," ucapnya
Menanggapi usulan itu pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pengukuran areal persawahan.

Namun saat ini belum bisa dilaksanakan karena masih terkendala anggaran tidak memadai. Pihaknya baru saja mengajukan Prolekda tentang LP2B untuk 2018. Kendati demikian pihaknya menyiapkan kelengkapan data, terutama data mengenai kuas lahan berpotensi menjadi LP2B.

Demikian juga halnya di Kerinci. Alih fungsi lahan jadi pemukiman sudah ribuan hektare. Bahkan sebelumnya Dinas Pertanian diminta untuk mulai merancang Peraturan Daerah (Perda) lahan abadi agar segera dibahas dan diindahkan Dewan. Karena saat ini alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian ini sudah tak terkendali lagi.

Menurut dinas pertanian jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan 10 tahun hingga 15 tahun ke depan sawah di Kerinci habis. Untuk itu kata Raduum Halis, Kadis Tanaman Pangan sebelumnya perlu Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) untuk melindungi sawah. "Kalau habis mau makan apa masyarakat, karena pemukiman dialihkan ke lahan-lahan kering. Makanya harus dipusatkan khusus pemukiman," katanya. (hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help