TribunJambi/

Bangunan Pasar Sungai Tutung Terbengkalai

Pasar kawasan pedesaan yang dibangun di esa Sungai Tutung, kecamatan Air Hangat Timur pada 2016 hingga saat ini belum juga dioperasikan. Bahkan nampak

Bangunan Pasar Sungai Tutung Terbengkalai
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE
Bangunan pasar terbengkalai 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pasar kawasan pedesaan yang dibangun di esa Sungai Tutung, kecamatan Air Hangat Timur pada 2016 hingga saat ini belum juga dioperasikan. Bahkan nampak terbengkalai. 

Pantauan dilapangan terlihat kondisi beberapa bangunan pasar dari bantuan anggaran dari Kementerian Desa (Kemendes) pada tahun 2016 sudah tidak terawat. Sudah mulai rusak bahkan sekeliling pasar tersebut pun mulai semak belukar.

Seorang warga setempat, Izal mengatakan sejak selesai dibangun sampai sekarang belum juga dioperasi. Padahal dilihat dari bangunan pasarnya sudah bisa dioperasi. Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dibuka sesuai kegunaannya meningkatkan ekonomi masyarakat.

"kondisi pasarnyo sudah tidak terawat. Di sekeliling pasar sudah mulai semak, didalamnya sudah kotor bekas oran membakar api," ungkapnya Kamis (28/9).

Pasar terbengkalai
Pasar terbengkalai (TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE)

Masyarakat sangat mengingin pasar kawasan pedesaan tersebut bisa segera dioperasikan, karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di kecamatan Air Hangat Timur pada umumnya dan masyarakat setempat khususnya.

"Kami sangat menunggu beroperasinya pasar yang telah selesai dibangun beberapa tahun lalu itu, tapi kenapa kok sampai minin belum jugo beroperasi. Makonyo kami sangat berharap pemerintah bisa memperhatikannya," pintanya.

Sementara itu, Kades Sungai Tutung Refian Ilyas mengatakan belum beroperasinya pasar tersebut karena terjendala jalan menuju pasar, sebab tidak bisa lewati mobil, knedaraan roda dua pun sulit dilewati. Tahun ini pihaknya telah mengusulkan kepada pemkab Kerinci, untuk memperbaiki akses jalan baru menuju pasar tersebut.

"Untyk membangun jalan itu tidak cukup hanya mengandalkan dana desa, karena akan melalui 3 jembatan yang harus dibuat baru. Kalau memakai jalan lama, dengan kondisi jalan yang terlalu tanjakan dan tikungan, sehingga tidak sulit dilewati," jelasnya.

Dia menambahkan, bagi desa yang memiliki Pasar Kawasan Pendesaan tersebut berdasarkan Instruksi Bupati, agar menmanfaatkan dana desa untuk penambahan modal pembangunan penambahan kios agar tidak terjadi kekurangan kios. "Ada Empat desa Taman Sungai Jernih, desa Aro, Simpang Empat, dan Sungai Tutung," ungkapnya.

28092017
28092017 (TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE)

Maya Kabid Pengelolaan Pasar dikonfirmasi mengatakan soal tidak digunakan pasar tersebut bukan wewenang Koperindag. Itu dana dari kementerian desa, maka itu kewenangan Pemdes.

Sedangkan Julizarman Plt Pemdes Kerinci mengatakan kendala utama belum digunakan karena akses jalan menuju pasar belum ada. Kedepan Pemkab akan upayakan jalan untuk bisa digunakan.

Penulis: hendri dede
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help