TribunJambi/

Kebakaran Hutan dan Lahan Turunkan Pendapatan Petani Lahan Gambut Jambi

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jambi 2015 lalu membuat petani kesulitan. Tahun itu petani tak dapat menghitung berapa banyak produksi

Kebakaran Hutan dan Lahan Turunkan Pendapatan Petani Lahan Gambut Jambi
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Ilustrasi: Kebakaran lahan terjadi di kawasan jalan bandara Rimbo tengah, pada Kamis (3/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jambi 2015 lalu membuat petani kesulitan.

Tahun itu petani tak dapat menghitung berapa banyak produksi dan pendapatan mereka.

Sebelum kebakaran pendapatan mereka masih dapat dikatakan cukup.

Acok misalnya, salah satu petani asal Desa Sinar Wajo di Mendahara Hulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Dia mengatakan beberapa komoditas mempunyai produksi yang kebakaran, 1 hektar kebun pinang bisa menghasilkan 100 karung ukuran 50 kg dalam waktu 2 bulan. Satu kilo pinang dihargai Rp 105 ribu. Artinya penghasilan mencapai Rp 10,5 juta atau Rp 5,2 juta per bulan.

“Untuk sawit, perbulan bisa 2 ton per hektar. Harga per kilonya rata2 Rp 1050. Setiap bulan bisa mencapai Rp2,1 juta,” katanya, pada Minggu (24/9).

Sementara untuk perkebunan kelapa, setiap 4 bulan pada saat buah normal bisa menghasilkan 1000-2500 biji kepala setiap per hektar.

Banyak petani yang menjual kelapa kopra, setiap 2500 biji kelapa akan menghasilkan 1 ton kelapa kopra yang dihargai Rp 370-500 ribu per kwintal.

Dari hitungan ini Acok mengatakan pendapatan petani dari perkebunan kelapa mencapai Rp 3,7-5 juta empat bulan, atau 900 ribu rupiah hingga 1,2 juta rupiah sebulan. “Komoditi ini memang bukan andalan, tetapi cukup membantu perekonomian warga Sinar Wajo,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help