TribunJambi/

Nikahsirri.Com, Ini Cara Situs Ini Lelang Keperawanan dan Keperjakaan, Garansi 100 Persen

Setelah kehadiran aplikasi AyoPoligami.com pada sistem operasi Android, kini muncul situs web Nikahsirri.com yang heboh

Nikahsirri.Com, Ini Cara Situs Ini Lelang Keperawanan dan Keperjakaan, Garansi 100 Persen
kolase tribunnews
Aris Wahyudi (kiri) dan situs nikahsirri.com 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah kehadiran aplikasi AyoPoligami.com pada sistem operasi Android, kini muncul situs web Nikahsirri.com yang heboh di kalangan warganet Indonesia.

Situs ini ternyata menawarkan kepada klien baik pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan dengan cara mudah dan penuh kepastian.

Setidaknya, Nikahsirri.com memberikan 5 jenis layanan kepada para pengguna jasanya.

Apa saja itu?

1. Lelang keperawanan

"Lelang perawan sebenarnya bukan hal yang asing bagi bangsa Indonesia. Lelang yang memperebutkan "gadis yang masih suci" ini adalah tradisi yang banyak berlaku di berbagai wilayah nusantara ini. Di daerah Jawa Tengah, lelang perawan ini dikenal dengan istilah "bukak klambu" (membuka kelambu). Tradisi asli Indonesia yang hampir punah ini, kembali naik daun setelah kisahnya dengan apik diangkat oleh penulis terkenal asal Banyumas, yaitu Ahmad Tohari, dalam sebuah novel berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk" yang legendaris itu. Masyarakat juga bisa menikmati secara visual cerita Ronggeng Dukuh Paruk, karena novelnya sudah diadaptasi dalam sebuah film berjudul "Sang Penari" dimana tokoh utamanya, yaitu ronggeng bernama Srintil, diperankan oleh Prisia Nasution. Jadi, penyelenggaraan layanan lelang perawan oleh program NikahSirri ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melestarikan budaya asli Indonesia yang ketimuran dan adiluhung."

"Adanya globalisasi, telah membuat benturan budaya di negeri kita. Bila digeneralisasikan, maka ada dua kelompok besar; yang pertama adalah mereka yang menyebut diri sebagai kaum feminis yang selalu memberikan cap buruk pada  tradisi lelang perawan.  Menurut mereka, lelang seperti ini sama saja dengan memberikan aroma materialisme dalam hubungan cinta/seks. Bagi mereka, keperawanan yang benar adalah diserahkan hanya "atas nama cinta" semata. Terdengar indah, namun bagaimana kenyataannya?"

"Kelompok kedua, adalah orang-orang seperti kami, yang biasa disebut kaum tradisionalis yang ingin mempertahankan budaya asli Indonesia, seperti tradisi "bukak klambu (membuka kelambu)" Bagi kami, lelang perawan adalah sebentuk penghargaan besar bagi wanita. Dengan banyaknya pria berusaha keras saling bersaing, serta rela mempertaruhkan harta yang dimilikinya, ini tentu saja adalah sebentuk penghormatan untuk perawan yang telah berhasil mempertahankan kesuciannya. Menurut logika kami, "menyerahkan keperawanan atas nama cinta" memang terdengar indah, namun masalahnya "cinta bukanlah barang nyata" yang bisa dipegang,  sehingga banyak perawan yang kemudian tertipu oleh kebohongan cinta, oleh lidah tidak bertulang,  dan hasil akhirnya adalah kejadian yang seperti kata pepatah "habis manis, sepah dibuang" Setelah keperawanan si gadis direnggut, sang pria meninggalkannya. Dan hanya tangis dan penyesalan yang menemani si gadis malang itu."

"Hilangnya keperawanan akibat tipuan cinta"  di  masa sekarang ini bukanlah isapan jempol semata,  namun sudah menjadi hal yang sering terjadi. Contohnya, di internet saat ini sedang viral membahas Fera Salma,  siswi SMU  berdarah Aceh yang tinggal di Medan. Di socmed, Fera membuat pengakuan bahwa pacarnya, Fajar Prasetyo, yang telah merenggut keperawanannya, ternyata berselingkuh dengan temannya. Benar-benar sebuah kisah kasih yang perih:  "sudah jatuh tertimpa tangga pula"

"Walau kisah cinta Fera termasuk tragis, namun ternyata ada yang lebih pedih lagi. Sering terjadi, pria yang merenggut keperawanannya, lalu selingkuh dengan sobatnya, plus disebarkan video mesum tentang  "kejadian malam pertama mereka" Di saat inilah, nama baik keluarga si wanita akan tercoreng dengan tinta aib. Banyak pula kisah asmara berakhir sadis, yang biasanya ber-pangkal pada kehamilan si gadis lalu memicu sang pria melakukan pembunuhan agar tidak dimintai pertanggungjawaban. Ini semua adalah fakta-fakta betapa sangat beresiko hubungan seksual  yang  hanya mengatasnamakan cinta."

Halaman
1234
Editor: fifi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help