TribunJambi/

Gas Elpiji 3 Kg kembali Langka di Merangin, Harga Eceran Tembus Rp 30 Rribu

Masyarakat Kabupaten Merangin, khususnya wilayah Kota Bangko mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji tiga kilogram (kg). Selain susah didapatkan,

Gas Elpiji 3 Kg kembali Langka di Merangin, Harga Eceran Tembus Rp 30 Rribu
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mengamankan puluhan tabung gas elpiji dari sebuah rumah di Simpang Acai, Minggu (12/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Masyarakat Kabupaten Merangin, khususnya wilayah Kota Bangko mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji tiga kilogram (kg). Selain susah didapatkan, harga gas juga naik drastis dibanding biasanya.

Susahnya mendapatkan gas berat tiga kg ini dikeluhkan sejumlah warga. Diantaranya diungkapkan Nelvi (32) warga Kelurahan Pematang Kandis, Bangko.

“Susah nyarinya. Kalaupun dapat harganya sudah jauh lebih tinggi. Sampai Rp 30 ribu setabung. Itu di eceran,” ujar Nelvi, Jumat (22/9).

Pun demikian dikatakan Rina. Ia mengatakan, biasanya menggunakan gas tiga kg. Namun beberapa hari terakhir terpaksa berganti menggunakan gas 12 kg.

Ia mengatakan, sudah mencari gas tiga kg ke beberapa tempat. Namun tetap saja ia tak berhasil menemukannya. Sehingga ia pun terpaksa mengeluarkan dana jauh lebih banyak untuk membeli gas.

“Di rumah harus masak. Ya bagaimana lagi. Mau dak mau beli. Ya yang 12 kg yang kami beli,” ujarnya pula.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Merangin, Junaidi melalui Sekretaris Dinas Toher tak menampik kelangkaan ini. Ia mengakui, soal kelangkaan gas tiga kg tersebut.

“Ya saya juga kemarin keliling mencari gas 3 kg,” ungkapnya.

Dia mengatakan, tak tahu pasti apa yang menyebabkan kelangkaan gas 3kg kembali langka di Merangin. Padahal akunya, pasokan ke agen tidak ada pengurangan.

“Kalau pasokannya tetap seperti pada hari-hari biasanya. Tidak ada pengurangan,” sebutnya tanpa menyebutkan jumlah pasokan gas 3 kg ke Merangin.

Dia memperkirakan, kelangkaan terjadi bisa disebabkan karena terjadi keterlambatan datangnya gas 3 kg ke Merangin.

“Memang kemarin ada terjadi keterlambatan pasokan ke Merangin. Mungkin itulah yang menjadi penyebab sehingga terjadi kelangkaan,” jelasnya.

Diungkapkannya, berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) gas 3 kg dijual dengan harga Rp 16.

“Kalau untuk di angen ke pangkalan itu HETnya Rp 16 ribu tabung. Kalau ada agen yang menjual tinggi akan kita beri sanksi. Tapi kalau yang jual eceran kita tidak bisa menindak,” tutupnya.

Sebab akunya, secara aturan gas 3 kg tidak boleh dijual ke tokoh-tokoh oleh pengakalan. Jika itu terjadi menyebutkan bahwa hal terjadi permainan di pangkalan.

“Kita akan turun untuk menyelidikan adanya permainan tersebut,” pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help