TribunJambi/

Aksi Bully di Media Sosial Bisa Berakibat Fatal

Banyak yang mungkin tidak sadar, fenomena bullying cyber yang terjadi saat ini bisa berakibat fatal. Pemimpin Fakultas Program

Aksi Bully di Media Sosial Bisa Berakibat Fatal
Facebook/Dira J Sugandi
Ilustrasi bully di media sosial 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak yang mungkin tidak sadar, fenomena bullying cyber yang terjadi saat ini bisa berakibat fatal.

Pemimpin Fakultas Program Komunikasi dan Manajemen Universiti Sains Islam Malaysia (Usim), Dr Sofia Hayati Yusoff, mengatakan, hal ini sering terjadi pada mahasiswa yang kebanyakan hidupnya di bawah tekanan. Sementara mereka sudah sangat terbiasa dengan media sosial.

"Gangguan secara fisik sekarang jarang terjadi di lembaga pendidikan tinggi, tapi pembulian di dunia maya sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal," ujarnya.

"Ini karena berkaitan erat dengan emosi, jiwa dan mental seseorang. Meski tidak terlihat secara nyata, tapi bisa jadi ancaman buruk," katanya di Forum Ngobrol Mahasiswa, Buli di Kampus: Tanggung Jawab Otoritas IPT dan Media di Usim, hari ini, Kamis (21/9).

Dia mengatakan, intimidasi seperti ini juga mengancam keamanan dan pasti akan memberi tekanan emosional kepada korban.

"Efeknya sama atau lebih buruk dari fisik. Beberapa siswa bahkan tidak menyadarinya, mereka juga bisa dianggap pengganggu di dunia maya."

"Mereka berdua berkomentar, menyebarkan berita tanpa saran tanpa mengetahui bahwa tindakan tersebut bisa mengakibatkan korban nekat melakukan aksi bunuh diri," katanya.

Jelas, cyberbullying sering terjadi pada mereka yang kurang berpendidikan dibanding keluarga.

"Saya dapat menyimpulkan, kebanyakan dari mereka yang terbiasa membuli ini adalah mereka yang menderita depresi karena kurang welas asih, pendidikan dan lingkungan negatif.

"Orang tua harus memberi contoh terbaik kepada anak kecil sehingga siklus hidup anak membaik," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help