TribunJambi/
Home »

Jambi

Varietas Tebu Kerinci Dikembangkan di Kolombia

Kepala Dinas Perkebunan Peternakan Kabupaten Kerinci Efrawadi mengatakan saat ini kerinci memang masih kekurangan bibit

Varietas Tebu Kerinci Dikembangkan di Kolombia
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
18092017_petani tebu

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kepala Dinas Perkebunan Peternakan Kabupaten Kerinci Efrawadi mengatakan saat ini kerinci memang masih kekurangan bibit tebu, kesediaan bibit masih kurang.  Sehingga tahun anggaran 2017 dari APBD hanya digunakan untuk pembuatan kebun bibit.

"Kita masih kekurangan bibit tebu. Karena tahun ini tak ada untuk itu. Hanya dana untuk perluasan lahan," katanya.

Dia mengatakan tebu merupakan komoditas unggulan Kerinci saat ini setelah kopi dan kayu manis, dia menyebut seperti petani di Kayu Aro dan Sungai Beremas bisa hasilkan 40 ton gula dalam sepekan. "Tahun depan kita upayakan bibit. Karena kita juga mendorong agar petani mau menanam tebu. Bahkan jika ada petani yang siap membuka lahan baru seluas 30 hektare Pemerintah Kabupaten Kerici akan langsung disiapkan satu mesin pengolahan tebu," katanya

Dikatakan Efrawadi, jika petani tebu saat ini punya 2 hektare lahan tebu sudah bisa meraup berpenghasilan sekitar Rp6 juta satu bulan. Dengan catatan kalau dengan harga gula saat ini Rp8 ribu perkilogram. "Gula petani kerinci yang bentuk cair sudah dibawa keperusahaan di Padang dan Palembang untuk pabrik olahan, sedangkan yang sudah dicetak dijual di daerah Jambi," ujarnya

Dia menyebutkan saat ini luas areal tebu di Kerinci yakni 1.772 hektare tebu terdapat di Kayu Aro, Sungai Asam. Dengan jumlah kilang pengolahan tebu sebanyak 28 unit. "Sebenarnya semua areal bisa digunakan untuk menanam tebu tapi kultur masyarakat Kerinci yang berbeda, sehinga tidak semua masyarakat terbiasa menanam tebu," ungkapnya.

Menariknya lagi bagi petani tebu, soal pemasaran tebu Kerinci cukup laku di pasaran. Apalagi dengan tebu Kerinci dikembangkan di Kolombia yang terkenal memiliki ciri khas. "Jadi ada kesamaan varietas tebu kita dengan yang ada di negara Kolombia. Unggul dataran tinggi, vrietasnya yang sudah terkenal di zaman Belanda dulu," katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help