TribunJambi/

Diduga Sarang Pungli, Pengelolaan Dana Sertifikasi Guru Dialihkan

Pengelolaan dana sertifikasi di Dinas Pendidikan Kota Jambi yang dikelola Bidang Pendidikan dan Tenaga Pendidik, diduga menjadi

Diduga Sarang Pungli, Pengelolaan Dana Sertifikasi Guru Dialihkan
TRIBUN JAMBI/ANDI PRIMA PUTRA
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengelolaan dana sertifikasi di Dinas Pendidikan Kota Jambi yang dikelola Bidang Pendidikan dan Tenaga Pendidik, diduga menjadi tempat pungutan liar (Pugli). Para guru yang mengurus dana sertifikasi, menyetor sejumlah uang kepada pengelola. Adanya dugaan pungli tersebut, langsung ditindaklanjuti. Bahkan, pengelola dana sertifikasi langsung diganti.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Arman, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pengelolaan dana sertifikasi guru bukan dialihkan. Menurutnya, kewenangan pengelolaan dana sertifikasi guru tetap dibawah kendali Bidang Pendidikan dan Tenaga Pendidikan. Namun, pengurus atai pengelolanya yang diganti. Menurut Arman, apa yang dilakukannya tidaklah melanggar aturan tentang tugas pokok dan fungsi organisasi perangkat daerah.

"Kebijakan itu sebagai bentuk hukuman atas adanya kesalahan patal yang di lakukan oknum pengelola dana sertifikasi sebelumnya. Ini sifatnya sementara dan tidak akan lama. Kenapa ini terjadi tanyakan ke orangnya.jika memang diperlukan saya akan sampaikan datanya," sebut Arman.

Ia meyakini bahwa langkah yang dilakukannya dengan membentuk tim di luar bidang pendidikan dan tenaga pendidik tidak melanggar aturan yang berlaku.

"Kebijakan ini semata-mata saya ambil untuk langkah pembenahan," tutur Arman, beberapa hari lalu.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana sertifikasi tidak dialihkan dari bidang GTK. Hanya saja kata dia, staf yang selama ini mengerjakan administrasi dana Bos yang diganti dan ditambah orangnya. Ruangannya yang selama ini sempit bilang Arman, dipindahkan ke ruangan yang lebih besar.

"Mengingat jumlah guru Tk, SD dan SMP dan pengawas yg dapat sertifikasi kurang lebih 2.400 orang serta untuk meningkatkan pelayanan. Dan, staf yang diganti diduga karena banyak permasalahan. Salah satunya info dugaan pungli itu," papar Arman.

Penulis: budi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help