TribunJambi/

Kebakaran di Sarolangun

13 Unit Rumah Terbakar di Batang Asai Sarolangun

Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Sarolangun, Sabtu (16/9) sore. Akibatnya 13 unit rumah warga di desa Pekan Gedang,

13 Unit Rumah Terbakar di Batang Asai Sarolangun
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Sarolangun, Sabtu (16/9) sore. Akibatnya 13 unit rumah warga di desa Pekan Gedang, Kecamatan Batangasai, hangus dilalap sijago merah.

Informasi yang didapatkan, kebarakan hebat terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta.

Menurut warga setempat, api pertama kali berasal dari salah satu rumah papan. Saat itu pemilik rumah sedang berada di sawah dan hanya tinggal anaknya yang berada di rumah.

“Api cepat membesar membuat warga desa heboh dan berusaha memadamkan api,” kata Hadi warga yang ikut memadamkan api, Minggu (17/9).

Ia mengatakan, melihat api membesar warga langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena memang akunya, jarak yang jauh dari pusat kota membuat petugas kebakaran tak ada yang datang saat kejadian.

“Secara gotong royong warga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Pemadam kebakaran tidak ada saat kejadian,” sebutnya.

Katanya, rumah yang terbakar ada sekitar 13 unit rumah. Dari jumlah tersebut 10 unit rumah rata dengan tanah.

“Tiga rumah lainnya mengalami rusak berat akibat kebakaran tersebut,” ucapnya.

Terpisah Kapolsek Batangasai, Iptu Ardiansyah membenarkan kebakaran tersebut. Dia menyebutkan dugaan sementara api bersal dari tungku masak salah satu rumah korban.

“Ya benar, kejadiannya sore Sabtu. Dari hasil penyidikan, api berasal dari salah satu rumah yang saat itu penghuninya sedang memasak air panas dengan menggunakan kayu bakar, lalu ditinggal pergi ke sungai,” ungkap Kapolsek dihubungi melalui telepon genggamnya.

Kapolsek menyebutkan, banyak rumah terbakar karena padatnya rumah penduduk. Selain itu rumah warga tersebut kebanyakan terbuat dari papan, sehingga api leluasa menjalar kemana-mana.

“Kalau kerugian mencapai ratusan juta. Untuk korban jiwa nihil,” jelasnya.

Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah turun ke lokasi guna memberi bantuan.

“Sudah sampai, bantuan berupa sembako dan pakaian dan selimut, tidak hanya Pemerintah saja yang memberi bantuan, akan tetapi masyarakat yang mampu juga turut membantu korban,” sebut Kapolsek.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help