TribunJambi/

Proposal Anggaran Belum Disetujui, Rencana Pembangunan RS Tipe D Terancam Batal

Upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk mendirikan rumah sakit tipe D belum bisa dilakukan. Sudah lebih tiga tahun atau

Proposal Anggaran Belum Disetujui, Rencana Pembangunan RS Tipe D Terancam Batal
TRIBUNJAMBI/Hendridedeputra
Bupati Kerinci Adirozal bersama masyarakat, karyawan/ti RSUD Kerinci mémbuat komitmen dengan membubuhkan andatangan dalam mendukung penuh akreditasi Paripurna untuk RSUD HA Thalib tahun 2018.

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk mendirikan rumah sakit tipe D belum bisa dilakukan. Sudah lebih tiga tahun atau tiga kali Pemkab Kerinci melalui dinas kesehatan (Dinkes) mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk anggaran, belum ada kejelasan. Bahkan rencana pembangunan rumah sakit tipe D terancam gagal, karena pembangunan rumah sakit tipe D membutuhkan anggaran sekitar Rp145 miliar.

"Ini kita usahakan terus ke pusat. Proposal sudah kita masukkan. Di Kemenkes dan Bapenas terus menggodok. Tapi ternyata bekum disetujui. Pemerintah punya prioritas lain. Karena untuk rumah sakit tipe D butuh anggaran Rp145 miliar," kata Bupati Kerinci Adirozal kepada Tribunjambi.com pada acara mendukung akreditasi RS MHA Thalib Kerinci baru-baru ini.

Besarnya anggaran tersebut, menurut Adirozal karena membangun rumah sakit ada standarnya. Ditambah lagi dengan peralatan medis, sarana maupun prasarana lainnya.

Sementara itu bila dilihat dari rumah sakit yang ada saat ini,masih belum mampu menangani dari jumlah penduduk Kerinci dan kota Sungai Penuh yang terus meningkat. Apalagi RS MH Thalib tempat tidur masih terbatas sebanyak 210 tempat tidur sampai November mendatang.

"Rumah sakit MH Thalib melayani dua daerah. Kalau dulu hanya ada 150 ribu jiwa, sekarang sudah lebih 350 ribu jiwa. Jadi mestinya harus duah dua rumah sakit pemerintah," bebernya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan, Hamsal Rabit mengakui faktor dana jadi kendala utama pembangunan rumah sakit tipe D. Upaya Dinkes telah mengajukan tiga kali proposal penambahan. Untuk pembangunam RS Tipe D ke pemerintah pusat. "Kalau dari dana APBD tidak mungkin sanggup, kita mengharapkan dana dari pemerintah pusat, ini yang kita tunggu-tunggu," jelasnya.

Pemkab berharap pembangunan RS tipe D bisa direalisasikan pemerintah pusat melaui dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan RS tipe D rencananya akan dibangun dilokasi yang strategis baik di Kerici Hilir atau Mudik. "Kita harapkan dengan adanya tumah sakit tipe D setidaknya bisa menampun sekitar 30 orang pasien," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help