TribunJambi/

Setor Rp 150 Juta Tapi Pasien Cewek Tak Kunjung Sembuh, Dukun Ini Akhirnya Tewas Mengenaskan

Dewi ingin membunuh korban lantaran persoalan utang-piutang. Sebelum membunuh, Dewi mengaku sempat berobat kepada korban

Setor Rp 150 Juta Tapi Pasien Cewek Tak Kunjung Sembuh, Dukun Ini Akhirnya Tewas Mengenaskan
int
ilustrasi dukun 

TRIBUNJAMBI.COM, TEMANGGUNG - Sugeng Raharjo, pria yang dikenal sebagai paranormal atau dukun, ditemukan tak bernyawa beberapa waktu lalu. Ternyata pelakunya adalah pasiennya sendiri.

Polres Temanggung, Jawa Tengah, menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sugeng Raharjo (35), warga Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (13/9/2017).

Tujuh orang itu adalah Dewi, perempuan asal Klidang, Kabupaten Batang. Kemudian Wisnu, Aris, Didit, Kuncoro, Sunarto, Fajar dan Didit, semuanya pria asal Boja, Kabupaten Kendal.

Kepala Polres Temanggung AKBP Maesa Soegriwa menjelaskan, semua pelaku ditangkap setelah melalui serangkaian penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan keterangan para saksi.

"Mereka diciduk di dua lokasi berbeda, yakni di Klidang, Kabupaten Batang dan Boja, Kabupaten Kendal," kata Maesa dalam gelar perkara di markas Polres setempat, Rabu siang.

Tujuh tersangka pembunuh Sugeng Raharjo (35), diamankan aparat Polres Temanggung, Rabu (13/9/2017).
Tujuh tersangka pembunuh Sugeng Raharjo (35), diamankan aparat Polres Temanggung, Rabu (13/9/2017). (KOMPAS.com/Ika Fitriana)

Untuk diketahui korban ditemukan tidak bernyawa di perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara IX, Desa Selosabran, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Korban dikenal sebagai paranormal yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Maesa menyebut, pelaku Dewi dan Wisnu, adalah otak pembunuhan berencana tersebut.

Dewi ingin membunuh korban lantaran persoalan utang-piutang. Sebelum membunuh, Dewi mengaku sempat berobat kepada korban dengan membayar biaya sebesar Rp 150 juta.

"Tapi karena tak kunjung sembuh, Dewi mau minta uangnya kembali. Namun korban tidak mau melunasi. Sementara Wisnu berniat membunuh korban karena cemburu dengan korban yang dekat dengan Dewi," jelasnya.

Dua pelaku itu kemudian diduga bersekongkol dan mengajak lima teman-temannya untuk mengeksekusi korban. Para pelaku membawa korban ke tengah perkebunan karet lalu memukulnya sampai meninggal dunia.

Halaman
12
Editor: suang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help