TribunJambi/

Niat Bercerai Pupus Saat Suami Temukan Benda Ini di Kamar, Ia Menangis Mencari Istrinya, Ternyata

Namun niat untuk mengakhiri hubungan tersebut sirna setelah sang suami menemukan benda pribadi milik istrinya.

Niat Bercerai Pupus Saat Suami Temukan Benda Ini di Kamar, Ia Menangis Mencari Istrinya, Ternyata
Kolase/Tribun Jambi

14 Februari 2003, Agung melamarku di hari jadi kami yang ke-3. Tuhan
apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus
kuambil.

6 Juni 2004, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Agung Aditya Purnama. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2004, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap
aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar
lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

6 Juni 2008, Tak sengaja kubaca pesan singkat di Hp Agung dari seorang wanita. Tiap kata dan kalimat yang aku baca menunjukkan kalau Agung sangat dekat dengan wanita itu. Tuhan, aku mohon agar Agung tidak
pindah ke lain hati.

Jantungku serasa mau berhenti...

25 Oktober 2008, Aku menemukan surat ucapan terima kasih di kemeja Agung, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita
dengan nama Ayu.

Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…

Jantungku benar-benar mau berhenti. Selama aku dinas di Jogja, aku memang sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bernama Ayu. Ayu datang disaat usia pernikahanku dengan Maya telah mencapai 4 tahun.

Ayu, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan pernikahanku dengan
Maya karena kejenuhanku.

Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Ayu lagi setelah dekat dengannya selama 8 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Maya. Aku sungguh tak menduga kalau Maya mengetahui hubunganku dengan Ayu.

4 Maret 2009, Aku dihampiri wanita bernama Ayu, Ia menghinaku dan
mengatakan Agung telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan
yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Maya sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya.

Aku tahu Ayu, dia pasti telah membuat hati Maya sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Maya rasakan saat itu.

23 Maret 2010, Agung marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang
kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama.

Seharian aku berada di mall mencari jam idaman Agung, aku ingin membelikan jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi.

Tuhan, beri kedamaian di hati Agung agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Agung belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis , Maya mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 Mei 2009, Agung butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu.

Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Anneversary Pernikahan kami untuk Agung.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku , Maya tak pernah mengatakan
meja itu adalah hadiah Anneversary Pernikahan untukku.

Ya, ia memang membelinya di malam Anneversary Penikahanku dengan dia dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Maya sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.

Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Maya dan ia terbangun… "Maafkan aku
Sayang, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"

Baru aku tau ternyata Maya begitu Mencintaiku..
Baru aku tau ternyata Maya begitu Menyayangiku..
Baru aku tau ternyata Maya begitu Pengertian kepadaku..
Baru aku tau ternyata Maya adalah ISTRI YANG SETIA..

Penulis: bandot
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help