TribunJambi/

Kenali, Ini Dugaan Obat yang Dikonsumsi Puluhan Remaja di Kendari Sehingga Alami Gangguan Jiwa

Kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di Kendari masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

Kenali, Ini Dugaan Obat yang Dikonsumsi Puluhan Remaja di Kendari Sehingga Alami Gangguan Jiwa
Salah satu pasien yang dirawat di RSJ Kendari setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diduga narkoba.(KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI) 

TRIBUNJAMBI.COM- Kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di Kendari masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Murniati.

Baca: Heboh Puluhan Anak di Kendari Alami Gangguan Jiwa, Satu Meningal Dunia. Ini Penyebabnya

Hingga saat ini, pihak BNN Kendari mencatat sudah ada 35 orang yang dirawat di beberapa Rumah Sakit dalam kota Kendari, dan diperkirakan akan ada lagi korban yang mendatangi rumah sakit.

Satu orang di antaranya yakni siswa sekolah dasar telah meninggal.

“Peristiwa ini merupakan kejadian luar biasa atau KLB karena kejadian ini merupakan yang pertama kalinya di Kota Kendari,” ungkap Murniati di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari, Rabu (13/9/2017).

Dari beberapa pasien yang dirawat di beberapa rumah, ada di antaranya memiliki kesamaan ciri-ciri fisik berupa luka di bagian tubuhnya.

Di rumah sakit Bhayangkara Kendari, lanjut Murni, ada tiga anak yang tidak sadarkan diri dan penuh luka di tubuhnya.

Baca: Masya Allah Dihukum Karena Terlambat, Siswa Ini Malah Bikin Gurunya Menangis. Ini yang Dilakukannya

"Mirip-mirip flakka yang mereka konsumsi, di-mixed barang baru. Sudah disebarkan dan ini barang baru dua hari masuk dan mereka racik sendiri, bukan pabrik yang resmi, abal-abal. Informasi yang kami dapat anak SMP 17m cairan itu dicampur dalam minum ale-ale, sampai sekarang masih mabuk," ucapnya.

Untuk anak SD kelas 6 yang meninggal itu diberikan sama tantenya. Sementara saat ini, tante dari anak tersebut masih Sakau.

Halaman
12
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help