TribunJambi/

Dukcapil Kerinci Keluhkan Minimnya Sarana

Masih terbatasnya sarana dan prasarana di Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Kerinci, membuat pelayanan terhadap masyarakat b

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Masih terbatasnya sarana dan prasarana di Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten Kerinci, membuat pelayanan terhadap masyarakat belum Optimal salah satunya perekaman dan percetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e).

Satu diantaranya tidak ada genset operasional untuk membantu daya listrik saat Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik di wilayah Kota Sungaipenuh. Kondisi tersebut sering dikeluhkan warga saat melakukan pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el. Sehingga dinas Dukcapil tidak bisa berbuat banyak jika terjadinya pemadaman listrik, hanya menunggu listrik menyala, karena genset di Dukcapil tidak bisa digunakan sudah berumur.

Kepala Dinas Dukcapil Kerinci, Hakiman membenarkan masih kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Dia mengatakan untuk pelayanan kartu kekuarg (KK), e-KTP maupun akta kelahiran sangat bergantung dengan listrik. "Kita ini membutuhkan listrik, setiap kegiatan kita tidak terlepas dari daya listrik," ujarnya.

"Genset udah rusak kemudian dana opersarionalnya tidak ada. tidak ada pengadaan sampai saat ini. Kalau mati lampu terpaksa kita menunggu hidup,"sebutnya.

Tidak hanya kendala genset, sarana dan prasarana lain seperti alat perekaman pun masih sudah tidak layak lagi, karena pengadaan Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tahun 2006. "Sehingga sudah layak untuk diusulkan, untuk SIAK membutuhkan anggaran 50 juta. Dan kita sudah naikan nota Dinas, sudah kita sampaikan," tandasnya.

Sekretaris Naftrisman mengatakan hal yang sama. Bahwa sarana seperti komputer untuk operator hingga saat ini sudah tidak layak lagi digunakan. jumlahnya pun terbatas, dimana dari 16 kecamatan yang ada di kabupaten Kerinci, hanya empat komputer untuk operator. "Sebenarnya sudah tidak layak lagi komputer kita, sudah sering rusak. Selain itu, jumlahnya pun masih kurang, minimalnya 6 unit komputer," katanya. 

Penulis: hendri dede
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help