TribunJambi/

BPCB Sebut Makam Raja Jambi Terancam Abrasi 

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BCPB) Jambi, menyebut jika situs makam Raja Melayu Jambi, Orang Kayo Hitam, di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupa

BPCB Sebut Makam Raja Jambi Terancam Abrasi 
ilustrasi situs kuno 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BCPB) Jambi, menyebut jika situs makam Raja Melayu Jambi, Orang Kayo Hitam, di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kondisinya terancam abrasi. Hal itu diketahui, setelah BPCB megunjungi makam tersebut, belum lama ini. 

Kepala BPCB Jambi, Muhammad Ramli, mengatakan bahwa pihaknya merekomendasikan kepada pemda setempat untuk segera menanggulangi situs makam Raja Melayu Jambi tersebut, dari ancaman abrasi Sungai Batanghari.

"Makam Orang Kayo Hitam itu berada di tepi badan Sungai Batanghari dan saya lihat terancam abrasi. Dan, itu butuh perhatian dari pemda untuk menanggulanginya," jelas Ramli, yang ditemui Selasa (12/9). 

Menurut Ramli, kondisi makam Orang Kayo Hitam itu hanya berjarak beberapa meter dari bandan aliran sungai. 
Pemda Kabupaten Tanjung Jabung Timur kata Ramli, harus segera memperhatikan keberadaannya dengan membuat dam. Sehingga dampak pengikisian tanah di sekitar kawasan pemakaman itu dapat segera ditanggulangi.

"Kita merekomendasikan agar pengikisan tanah di pinggiran sungai khususnya yang terdapat makam tersebut bisa ditanggulangi," katanya menjelaskan.

Orang Kayo Hitam kata Ramli menjelaskan, adalah seorang Raja Melayu Jambi yang merupakan anak dari Datuk Paduko Berhalo yang wafat pada abad ke-15. Selain Orang Kayo Hitam, Datuk Paduko Berhalo juga memiliki anak bernama Orang Kayo Pingai. Pada masa itu, Orang Kayo Hitam dikenal dengan keberanian dan kesaktiannya. 

Berdasarkan catatan BPCB Jambi, di kompleks pekuburan tersebut terdapat empat buah makam, yakni makam Orang Kayo Hitam, istrinya (Puteri Mayang Mangurai) dan makam kucing peliharaan Orang Kayo Hitam. 
Makam Orang Kayo Hitam berbentuk persegi panjang berukuran 5,2 meter x 1,5 meter. Sedangkan makam Puteri Mayang Mangurai berukuran 3,7 meter x 1,4 meter.

Pada hari-hari tertentu di kawasan makam itu dapat menjumpai para peziarah atau wisatawan yang datang ke pemakaman untuk berziarah. 

Penulis: budi
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help