TribunJambi/

9 Saksi Diperiksa Terkait Gaji Fiktif Pegawai Senilai Rp 4,6 M di Pemrov Jambi

Sembilan orang PNS di Kantor Gubernur Jambi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan laporan fiktif pembayaran gaji PNS eselon III di P

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sembilan orang PNS di Kantor Gubernur Jambi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan laporan fiktif pembayaran gaji PNS eselon III di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Rabu (13/9/2017).

Kesembilan saksi yakni Nur Hayati, Lestari, Rezi Suhairi, Hasan Basri, Haikal, Suwarni, Sigit Pranoto, Yeni Susanti dan Eliza.

Para saksi merupakan juru pembayaran gaji PNS di setiap biro yang ada dilingkungan Kantor Gubernur Jambi.

Seperti terlihat dalam persidangan tersebut, para saksi dimintai keterangan seputar prosedur pencairan gaji untuk pegawai.

Seperti diterangkan saksi untuk prosedur pembayaran gaji, biasanya juru pembayar gaji terlebih menginput data pegawai melalui Pengelolaan data elektronik (PDE).

Imput data selaniutnya baru kemudian di print sebagai bukti sebanyak tiga lembar.

"Data kami pegang satu lembar dua lagi kami kasihkan ke pak Mulyadi (Terdakwa.red),"kata salah seorang saksi.

"Berarti yang satu lembar itu tadi untuk bukti pembayaran gaji kepada pegawi,"Tanya Ketua Majlis Hakim, Khairuluddin yang kemudian di benarkan saksi.

Dalam keterangan saksi juga menyebut tak tahu menahu soal pembayaran gaji fiktif.

Namun diakui para saksi jika hasil print PDE tadi dijadikan acuan untuk pembayaran gaji.

Penetapan nama untuk pembayaran gaji biasanya berdasarkan SK kepegawaian, surat mutasi dan lainnya.
Terkait gaji untuk pegawai eselon III diakui para saksi tidak tahu menahu karna hanya ditugaskan khusus untuk mebayarkan gaji pegawai untuk eselon II saja.

"Namun untuk gaji eselon III dan IV berdasarkan SK sekda dihandel oleh pak Mulyadi langsung, kami hanya mengurus untuk gaji eselon I dan II saja,"Sambung Saksi lainnya.

Seperti diketahui Mulyadi selaku staf benahara di Setda provinsi Jambi didakwa atas kasus dugaan pembayaram gaji fiktif untuk pegawai eselon III di Pemerintah Provinsi Jambi.

Hasil pemeriksaan inspektorat ditemukan selisih pembayaran gaji mencapai 4,6 Milyar rupiah yang diduga difiktifkan mulyadi sejak Januaric2013 hingga April 2016.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help