TribunJambi/

Tunggu Pengesahan Zonasi Percandian Muaro Jambi

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, masih menunggu pengesahan dari Pemda setempat terhadap hasil pemetaan kawasan (zonasi) pada situs percand

Tunggu Pengesahan Zonasi Percandian Muaro Jambi
tribunjambi/aldino
Petugas memperlihatkan makara yang ditemukan di kompleks Candi Muaro Jambi, persisnya di Candi Kedaton, Rabu (10/8).

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, masih menunggu pengesahan dari Pemda setempat terhadap hasil pemetaan kawasan (zonasi) pada situs percandian Muarojambi, Kabupaten Muaro Jambi.

"Untuk pemetaan zonasi sudah selesai kami lakukan. Tinggal menunggu surat keputusan penetapannya dari Pemda setempat dalam hal ini Bupati Muaro Jambi," sebut Kepala BPCB Jambi Muhammad Ramli, Selasa (12/9).

Setelah dikeluarkannya surat penetapan dari Pemda Kabupaten Muaro Jambi, kata Ramli, peta zonasi akan diteruskan kepada pemerintah pusat atau dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Setelah diteruskan ke pusat bilang Ramli, selanjutnya dapat diimplementasikan zonasi itu untuk pengelolaan dan pemanfaatan di kawasan objek wisata peninggalan sejarah tersebut.

Tim BPCB Jambi menemukan bentuk berbeda dari pagar yang telah digali biasanya di kompleks Percandian Muaro Jambi. Foto pada Senin (14/9).
Tim BPCB Jambi menemukan bentuk berbeda dari pagar yang telah digali biasanya di kompleks Percandian Muaro Jambi. Foto pada Senin (14/9). (TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN)

Dengan ditetapkannya zonasi tersebut tujuan utamanya kata Ramli, adalah mengatur pengelolaan sejumlah zona untuk masyarakat dalam mencari sumber perekonomian baru dari objek wisata budaya itu.

"Selama ini contoh kecil yang kita lihat seperti penataan pedagang di kawasan candi yang masih semrawut. Dengan zona itu nantinya ada batas untuk pemanfaatannya," jelas Ramli, ketika ditemui di kantornya.

Dalam penataan zonasi itu kata dia, terdapat kesimpulan batas delineasi, yakni zona inti, zona penyangga, zona pengembangan dan zona pendukung. Selain itu juga terdapat beberapa modul yang ditetapkan, yakni blok dan shelter.

"Nah untuk zona inti itu adalah zona yang paling penting sebagai zona perlindungan (konservasi) dan tidak boleh diganggu atau harus steril," katanya.

Kawasan percandian Muaro Jambi mempunyai cakupan yang sangat luas atau mencapai sekitar 3.981 hektare, yang dengan seluas itu terdapat masyarakat di delapan desa dan dua kecamatan yang tinggal di dalam kawasan itu. Masyarakat yang tinggal di kawasan itu menurutnya adalah sebagai pewaris peninggalan sejarah di kawasan percandian Muarojambi. Sehingga sangat diperlukan peran masyarakat untuk keterlibatannya terhadap peninggalan sejarah tersebut.

Pekerja melakukan pekerjaan di kompleks candi muaro jambi, Rabu (23/10)
Pekerja melakukan pekerjaan di kompleks candi muaro jambi, Rabu (23/10) (TRIBUNJAMBI/HANIF BURHANI)

"Penetapan zona itu juga sebagai acuan bagaimana masyarakat dapat terlibat. Sehingga sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di sana," katanya, kemarin.

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muara Jambi merupakan sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia, yang berdasrkan sejumlah kajian dan kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Dengan kawasan komplek percandian yang memiliki luas ribuan hektare itu diketahui sedikitnya terdapat 82 situs reruntuhan (menapo) bangunan kuno.

Candi Muaro Jambi
Candi Muaro Jambi (tribunjambi\tow)

Hingga saat ini sudah ada delapan bangunan candi yang telah dilakukan pemugaran dan pelestarian secara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi. Di dalam situs tidak hanya terdapat beberapa candi, tetapi juga menyimpan berbagai artefak kuno, seperti arca, keramik, manik-manik, mata uang kuno, serta berbagai jenis peninggalan lainnya di museum yang berlokasi di komplek itu.

Selain terdapat delapan bangunan candi, di kompleks itu juga terdapat kolam kuno. Bagi warga setempat kolam tersebut disebut kolam Tanggorajo. Di lokasi tersebut, juga dapat dijumpai enam kanal atau parit-parit kuno buatan manusia masa lalu yang diberi nama Parit Sekapung, Johor, dan Melayu.

Penulis: budi
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help