TribunJambi/

Berikut 10 Biaya yang Perlu Anda Ketahui Jika Berencana Tinggal di Apartemen

Harga hunian yang semakin mahal terutama untuk jenis rumah tapak yang tidak jauh dari pusat kota, turut mendorong kemunculan

Berikut 10 Biaya yang Perlu Anda Ketahui Jika Berencana Tinggal di Apartemen
Dimas Jarot Bayu/Kompas.com
Jasmine, salah satu blok rusunami di kompleks Kalibata City, Jakarta Selatan. Gambar diambil pada Jumat (23/1/2015). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Harga hunian yang semakin mahal terutama untuk jenis rumah tapak yang tidak jauh dari pusat kota, turut mendorong kemunculan alternatif hunian yang lebih terjangkau.

Kehadiran apartemen yang ditawarkan dengan konsep terintegrasi dengan sistem transportasi publik, akhir-akhir ini banyak dilirik orang.

Tinggal di apartemen selain citra kepraktisan, juga karena harga unit apartemen masih memungkinkan keterjangkauannya untuk lokasi yang tidak terlalu pinggiran.

Namun, walau mungkin lebih terjangkau dan terkesan lebih praktis, tinggal di apartemen memiliki banyak perbedaan yang besar dengan rumah tapak. Terutama dari sisi beban biaya.

Ada 10 jenis biaya yang perlu Anda ketahui bila Anda berniat membeli dan tinggal di apartemen. Anda perlu menimbang biaya-biaya ini supaya keputusan pembelian apartemen yang Anda buat tidak melahirkan penyesalan di kemudian hari. Berikut ini 10 jenis biaya tersebut:

1. Biaya provisi
Biaya provisi harus Anda bayarkan hanya bila Anda memakai fasilitas kredit pembelian apartemen (KPA). Biasanya besar biaya provisi mencapai 1 persen dari harga apartemen.

2. Biaya pajak pertambahan nilai
Jual beli obyek properti akan selalu dibebani oleh pajak. Untuk properti apartemen dengan harga di atas Rp 40 juta, akan terkena pajak pertambahan nilai sekitar 10 persen.

3. Bea perolehan harga tanah dan bangunan (BPHTB)
Jenis biaya ini dikenakan pada semua transaksi perolehan apartemen baik baru atau bekas. Beban BPHTB adalah 5 persen dari harga apartemen dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Besar NJOPTKP ini berbeda-beda sesuai daerah.

4. Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM)
Beban pajak ini dikenakan bila unit apartemen yang Anda beli harganya di atas Rp 2 miliar per unit, karena termasuk barang mewah. Tarif PPnBM sekitar 20 persen dari harga jual apartemen.

5. Biaya Akta Jual Beli, Pertelaan dan Bea Balik Nama (BBN)
Jenis biaya ini biasanya dijadikan satu paket dan dibebankan untuk transaksi jual beli apartemen. Besarnya mencapai 1 persen dari harga jual apartemen.

Halaman
12
Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help