TribunJambi/

Puluhan Kura-kura Pipi Putih Dilepas di Alam Bebas

Sebanyak 76 ekor kura-kura pipi putih (siebenrockiella crassicollis) dilepasliarkan untuk meningkatkan populasinya di kawasan hutan lindung, Kabupaten

Puluhan Kura-kura Pipi Putih Dilepas di Alam Bebas
AP Photo
Speed, kura-kura raksasa Galapagos, sudah hidup di kebun binatang San Diego, AS sejak 1933. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 76 ekor kura-kura pipi putih (siebenrockiella crassicollis) dilepasliarkan untuk meningkatkan populasinya di kawasan hutan lindung, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kura-kura tersebut merupakan hasil sitaan dari Jakarta yang tidak memiliki izin surat-surat lengkap, kemudian dilepas di Jambi karena ada habitatnya.

Kepala Stasiun Karantinan Perikanan Kelas I Jambi, Rudi Barmara mengatakan, satwa aquatik yang dilepaskan di alam bebas tersebut sebelumnya hasil penahanan atau sitaan Balai Besar Karantina Ikan Jakarta, karena tidak dilengkapi dokumen pendukung berupa Cites. Kura2 air tawar tersebut rencananya akan diekspor ke China

"Kura-kura pipi putih yang kita lepaskan itu masih kecil atau berdiameter 25 CM," sebut Rudi, kepada wartawan Minggu (10/10).

Dipilihanya kawasan hutan lindung Tahura Orang Kayo Hitam, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi bilang Rudi, karena cocok dan memiliki sungai air tawar yang masih alami. Selain itu di sekitar kawasan itu juga terdapat populasi satwa endemik air tawar.

"Di kawasan Tahura itu merupakan kawasan gambut dan memiliki wilayah perairan yang cukup terjaga berupa sungai-sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun," ungkap Rudi.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, satwa tersebut tidak termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi. Satwa endemik air tawar tersebut masuk dalam Apendix II CITES, sehingga perdagangannya pun dibatasi. Selain itu dengan dikembalikannya satwa ini ke alam sebut Rudi, diharapkan berkembangbiak di habitatnya.

"Jika populasinya terus terjaga, maka kedepan masih dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang," jelas Rudi.

Pelepasliaran tersebut dilakukan bersama BKSDA Jambi, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Satker Pekanbaru. (*)

Penulis: budi
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help