TribunJambi/

Kasus Meninggalnya Bayi Debora Berefek pada Saham MIKA, Anjlok!

Viralnya kasus kematian bayi Debora yang terjadi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi beberapa waktu lalu membuat harga saham

Kasus Meninggalnya Bayi Debora Berefek pada Saham MIKA, Anjlok!
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
RS MITRA MEDIKA 

TRIBUNJAMBI.COM - Viralnya kasus kematian bayi Debora yang terjadi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi beberapa waktu lalu membuat harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) anjlok.

Data yang dihimpun RTI menunjukkan, pada pukul 11.27 WIB, saham MIKA anjlok 4,74% menjadi Rp 2.010. Bahkan pada transaksi sebelumnya, saham MIKA sempat terjungkal hingga 7,5% ke posisi 2.080.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, tiga broker yang paling besar menjual saham ini antara lain: CLSA Indonesia senilai Rp 1,251 miliar, Morgan Stanley Indonesia senilai Rp 1,181 miliar, dan Mandiri Sekuritas senilai Rp 1,168 miliar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bayi Debora meninggal karena tidak mendapat penanganan kesehatan yang cukup di rumah sakit tersebut.

Sebelumnya, Debora sudah seminggu terserang flu disertai batuk. Ibunda Debora, Henny, sempat membawa Debora ke RSUD Cengkareng untuk pemeriksaan.

Tapi, karena kondisinya semakin parah, akhirnya Debora dibawa ke RS Mitra Keluarga Kalideres. Tiba di rumah sakit, dokter jaga saat itu langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction).

Memperhatikan kondisi Debora yang menurun, dokter menyarankan dirawat di ruang pediatric intensive care unit (PICU). Dokter pun menyarankan orang tua untuk mengurus administrasi agar putrinya segera mendapatkan perawatan intensif.

Karena rumah sakit tersebut tak melayani pasien BPJS, maka Rudianto dan Henny harus membayar uang muka untuk pelayanan itu sebesar Rp 19.800.000. Namun Rudianto dan Henny hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta dan menyerahkannya ke bagian administrasi.

Namun, ternyata uang tersebut ditolak meski Rudianto dan Henny telah berjanji akan melunasinya segera. Pihak rumah sakit sempat merujuk Debora untuk dirawat di rumah sakit lain yang memiliki instalasi PICU dan menerima layanan BPJS.

Setelah menelpon ke sejumlah rumah sakit, Rudianto dan Henny tak juga mendapatkan ruang PICU kosong untuk merawat putrinya. Kondisi Debora terus menurun hingga akhirnya dokter menyatakan bayi mungil tersebut meninggal dunia.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help