TribunJambi/

Bupati Merangin Menghiba, Karena Merangin Tak Punya Hotel Berbintang

Belum adanya hotel kelas bintang di Kabupaten Merangin membuat bupati Merangin Al Haris menghiba. Sebab hal itu membuat tamu yang datang ke Merangin

Bupati Merangin Menghiba, Karena Merangin Tak Punya Hotel Berbintang
TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
Bupati Merangin, Al Haris 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Belum adanya hotel kelas bintang di Kabupaten Merangin membuat bupati Merangin Al Haris menghiba. Sebab hal itu membuat tamu yang datang ke Merangin lebih memilih menginap di kabupaten tetangga seperti Bungo dan Sarolangun.

Hal itu disampaikan Al Haris saat pembukaan acara Festival Pesona Geopark Nasional (FPGN) Merangin, Senin (11/9). Haris mengatakan, pariwisata di Merangin saat ini sudah cukup berkembang.

Untuk mengembangkan hal itu cukup berat upaya Pemkab Merangin lakukan. Mulai dari persoalan transportasi yang harus dibenahi dan juga kematangan masyarakat setempat untuk menerima kehadiran objek wisata di wilayah mereka.

“Kini untuk transportasi agar masyarakat mudah ke Merangin sudah teratasi. Ini dengan adanya bandara Muara Bungo,” ujar bupati.

Namun kedatangan para tamu di kabupaten Merangin ujarnya, terkendala dengan minimnya hotel. Meski melakukan kegiatan di Merangin, tapi para tamu memilih menghabiskan waktu senggangnya di kabupaten tetangga seperti Kabupaten Bungo dan Sarolangun.

“Kadang tamu yang datang ke Merangin, tapi nginapnya di Bungo,” sebut Haris.

“Kita sudah pernah tanyakan kenapa menginap di luar Merangin. Tapi alasannya memang mereka lebih cendrung menginap di hotel berbinta. Sementa otel berbintang di Merangin belum ada,” sebutnya lagi.

Mengenai hal ini dirinya menyakini dalam waktu dekat ini hotel berbintang akan berdiri di Merangin. Sehingga para tamu atau wisatawan yang datang ke Meringin tetap menginap di Merangin.

“Insyallah dalam waktu dekat ini akan berdiri hotel berbintang di Merangin ini,” ungkapnya.

Sementara terkait FPGN Merangin 2017 ini katanya, merupakan bentuk keseriusan Pemkab Merangin dan Pemprov Jambi untuk mewariskan budaya dan mempromosikan wisata.

“Ini pertamakalinya digelar, ini berkat bekerja sama dengan Kementerian wisata dan Pemprov Jambi. FPGN Merangin ini akan digelar mulai 11 hingga 14 September 2017,” kata Al Haris.

FPGN Merangin disebut Al Haris, juga sebagai bentuk pengembangan Geopark Merangin yang kedepannya bisa menjadi warisan dunia atau pengakuan dari Unesco.

“Pengakuan unesco yang terus kita upayakan, mudahan 2017 ini dapat pengakuan dari Unesco,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengatakan, geopark Merangin salah satunya potensi wisata di Jambi yang akan mendunia. Selain didukung dengan keunikan dan keindahan alamanya, Merangin juga akan menjadi pusat penelitian karena geopark merupakan bukti perkembangan bumi.

“Oleh sebab itu Saya mengapresiasi Bupati dan semuanya yang sudah menyiapakan acara ini. Karena banyak kegiatan diselenggarakan seperti pergelaran seni, sepeda MTB, burung berkicau, kemah jurnalistik dan arung jeram,” kata Wagub.

Wagub berharap, FPGN Merangin Jambi dapat mengapresiasi generasi muda dalam meningkatkan seni budaya lokal dan pariwisata.

“Tentu saja harapan jauh kedepannya akan banyak wisatawan ke Merangin dengan segala keindahan dan budayanya,” ujarnya.

Penulis: heru
Editor: suci
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help