TribunJambi/

VIDEO

VIDEO: Permintaan Miryam ke Jaksa, Jadikan Farhat Abbas Tersangka

Terdakwa dalam kasus keterangan palsu,Miryam S Haryani, meminta jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

VIDEO: Permintaan Miryam ke Jaksa, Jadikan Farhat Abbas Tersangka
Pengacara Elza Syarief menghadiri panggilan KPK pada Senin (17/4/2017). Ia datang sebagai saksi dalam kasus pemberian Keterangan palsu terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Elza ditemani oleh pengacara Farhat Abbas.(KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Terdakwa dalam kasus keterangan palsu,Miryam S Haryani, meminta jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Farhat Abbas sebagai tersangka.

Hal itu dikatakan Miryam saat Farhat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/9/2017).

"Mohon Pak Jaksa, sampaikan ke KPK jadikan Pak Farhat tersangka sama seperti saya," ujar Miryam.

Pernyataan Miryam tersebut sempat mengundang gelak tawa pengunjung sidang.

Farhat yang duduk di kursi saksi juga tertawa mendengar permintaan politisi Partai Hanura itu.

Miryam merasa keterangan yang disampaikan Farhat tidak sesuai fakta. Menurut dia, Farhat dapat dikategorikan sebagai saksi yang memberikan keterangan tidak benar di persidangan.

Farhat kemudian meminta kepada majelis hakim untuk menanggapi pernyataan Miryam.

"Ibu bicara semudah Ibu cabut keterangan di persidangan," kata Farhat.

Farhat kemudian menguji kejujuran Miryam. Farhat melontarkan sebuah pertanyaan kepada Miryam.

"Coba saya tanya, dalam sebulan ini Ibu pernah tagih uang ke kantor kami apa enggak?" Tanya Farhat.

Miryam kemudian menjawab bahwa ia memang pernah menagih uang.

Farhat kemudian membalas jawaban Miryam.

"Nah, masa itu jujur, yang di sini enggak jujur?" Ujar Farhat sambil tertawa.

Miryam didakwa memberikan keterangan palsu di pengadilan. Miryamdiduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan yang benar saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Akbar Faisal melaporkan Elza Syarief atas tuduhan pencemaran nama baik dan keterangan tidak benar.(Kompas TV)
 

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help