TribunJambi/

Seorang Remaja Tepergok Selundupkan Anak Harimau

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang remaja asal California, Amerika Serikat ditangkap aparat berwenang, setelah

Seorang Remaja Tepergok Selundupkan Anak Harimau
TRIBUNJAMBI/KURNIA PRASTOWO ADI
Dua anak harimau yang diserahkan warga ke petugas BKSDA Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang remaja asal California, Amerika Serikat ditangkap aparat berwenang, setelah tepergok menyelundupkan seekor anak harimau Bengal melintasi perbatasan AS dari Meksiko.

Luis Eudoro Valencia, remaja 18 tahun, dikenakan tuduhan penyeludupan hewan ke dalam AS, setelah petugas menemukan anak harimau itu berbaring di dalam kendaraannya.

Dia ditangkap di lintasan perbatasan Otay Mesa pada Rabu (23/8/2017) pagi.

Petugas dari US Fish & Wildlife Service membawa hewan itu untuk dirawat. Anak harimau kemudian diserahkan ke Taman Safari San Diego, yang akan memeliharanya.

Valencia mengaku membeli anak harimau itu seharga 300 dollar AS atau kira-kira Rp 3,9 juta, dari seseorang yang membawa seekor harimau dewasa di jalanan Kota Tijuana, Meksiko.

Dokter hewan di kebun binatang San Diego yang memeriksa kesehatan anak harimau ini menyebutkan, hewan mungil ini dalam kondisi yang baik.

"Jantung dan paru-parunya terdengar bagus, aliran darahnya bagus dan setelah dia mau minum dari botol yang diberikan oleh kami, itu tanda-tanda dia akan berkembang dengan baik."

Demikian dikatakan dokter Jim Oosterhuis, yang dikutip dari situs kebun binatang itu.

"Saya memperkirakan anak harimau itu berusia antara lima dan enam hari, dan berat badannya sedikit di atas enam kilogram," kata Oosterhuis lagi.

"Giginya sedang tumbuh, jadi dia akan tumbuh gigi pada pekan depan atau dua minggu lagi," sambung dia.

Anak harimau ini dipantau dengan ketat oleh staf kebun binatang dan ditempatkan jauh dari hewan lain di sebuah area isolasi.

Seluruh jenis hewan dilindungi dalam UU Spesies Terancam Punah - serta mengimpor seekor spesies langka ke AS membutuhkan izin.

EditorGlori K. Wadrianto
SumberBBC Indonesia

Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help