TribunJambi/

Kasihan! Nenek Korban First Travel Meninggal Dunia, Sakit Jantung dan Menanggung Malu

Rokayah (67), warga Kampung Tegal Jambu Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Kamis (24/08/2017) akhirnya meninggal dunia

Kasihan! Nenek Korban First Travel Meninggal Dunia, Sakit Jantung dan Menanggung Malu
WARTAKOTA/Alex Suban
Inilah rumah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya yakni Anniesa Desvitasari, di perumahan Sentul City, Bogor, Minggu (13/8/2017). Insert: Kemesraan Andika-Anniesa 

TRIBUNJAMBI.COM - Rokayah (67), warga Kampung Tegal Jambu Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Kamis (24/08/2017) akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama kurang lebih 8 hari di RS Intan Husada Garut.

Dia adalah salah seorang korban agen perjalanan First Travel.

Menurut keluarganya, Rokayah sakit karena menanggung malu setelah First Travel batal memberangkatkan dirinya umrah.

Sementara berdasarkan diagnosa dokter, Rokayah sendiri menderita penyakit jantung.

"Ada rasa malu sama tetangga karena batal berangkat umrah, apalagi sudah sempat melaksanakan walimatus safar (syukuran) sebelum berangkat," ujar Rahmat Rosadi (44) anak keempat Rokayah saat ditemui di rumah duka, Sabtu (26/8/2017).

Ahmad Rosadi anak keempat dari Rokayah (67) warga Garut yang gagal berangkat umrah lewat First Travel(Kompas.com/Ari Maulana Karang)
Ahmad Rosadi anak keempat dari Rokayah (67) warga Garut yang gagal berangkat umrah lewat First Travel(Kompas.com/Ari Maulana Karang) ()

Rosadi yang tinggal di kawasan Pal Merah Jakarta Barat ini menyebutkan, sang ibu daftar umrah di First Travel melalui dirinya pada tahun 2015 lalu.

Saat itu, ibunya didaftarkan berangkat bersama dirinya.

Di keluarganya sendiri ada 8 orang yang batal berangkat umrah karena kasus First Travel ini.

"Dijanjikan berangkat sebelum puasa tahun ini, kemudian jadwalnya dimajukan dua hari, namun H-2 keberangkatan tiba-tiba ada pembatalan," katanya.

Menurut Rosadi, sebelum berangkat umrah, ibunya sempat melakukan selamatan di rumah dan langsung berangkat ke rumahnya di Jakarta menunggu pemberangkatan. Setelah di Jakarta dan gagal berangkat, ibunya sempat tidak mau pulang ke rumah karena malu.

Halaman
12
Editor: bandot
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help