TribunJambi/

Kasus Pembunuhan Toke Ikan di Muarojambi Naik Banding

Pasca sidang putusan Pengadilan, kasus pembunuhan Pasutri touke pakan ikan M. Nazir Aljufri dan istrinya Sumiah, yang memvonis M. Edi alias Sidit, pel

Kasus Pembunuhan Toke Ikan di Muarojambi Naik Banding
TRIBUNJAMBI/ALDINO
16082017_vpembunuhan toke ikan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pasca sidang putusan Pengadilan, kasus pembunuhan Pasutri touke pakan ikan M. Nazir Aljufri dan istrinya Sumiah, yang memvonis M. Edi alias Sidit, pelaku pembunuhan dengan hukuman penjara seumur hidup, Rabu (16/8) Lalu. Kejaksaan Negeri Sengeti menyatakan banding.

Hal ini dikatakan oleh Kasi Pidum Kejari sengeti Lusi Fitriani Sh. Mh Rabu (23/8) diruangan kerjanya. Ia mengatakan, Kejari Sengeti menyatakan banding terkait putusan kasus pembunuhan dengan terdakwa M Edi Alias Sidit oleh Pengadilan Negeri (PN) Sengeti Rabu lalu.

"Karna hasil putusan PN, tidak sesuai dengan tuntutan, kami menuntut hukuman mati, namun, hanya divonis seumur hidup, dari itu kami nyatakan banding Ke Pengadilan Tinggi Jambi," ujarnya.

Dikatakannya Pertimbangan keputusan banding karena pembunuhan itu sangat sadis, dan juga yang menjadi korban dua orang.

"Sipelaku sudah dianggap seperti anak sendiri atau anak angkat, berarti yang dibunuh bapak angkatnya sendiri,
Anak angkat membunuh bapak angkatnya," sebutnya.

Mengenai dugaan ada yang membelakangi sipelaku, Lusi menjelaskan, dari fakta persidangan terdakwa mengatakan ada orang lain yang menyruh nya melakukan pembunuhan ini, namun, terdakwa tidak dapat membuktikan nya.

"Kalau dia bisa membuktikan bekerja untuk orang lain, otomatis tergambar siapa orang yang ada di belakangnya itu, Tapi dia tidak bisa membuktikan itu semua Berarti terdakwa pelaku tunggal dalam pembunuhan tersebut," tuturnya.

Seperti yang di beritakan sebelumnya pelaku pembunuhan touke pakan ikan M. Edi alias Sidit divonis hukuman seumur hidup oleh majlis hakim pengadilan negeri sengeti.

Dalam sidang putusan yang digelar Rabu (16/8) beberapa waktu lalu, Putusan Hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang mendakwa terpidana dengan pasal 340 tentang Pembunuhan berencana, dengan ancaman Hukuman pidana Mati.

Mendengar putusan Hakim tersebut, Keluarga korban yang hadir di persidangan sontak bereaksi. Mereka tidak menerima putusan hakim tersebut, bahkan diantara mereka ada yang sampai menangis karena tidak terima dengan hasil putusan itu.

Penulis: Rohmayana
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help