Para Penunggak Pajak

Pemalsuan Plat Nopol Kendaraan Marak Terjadi, Inilah Para Pemesannya

Rata‑rata pajak kendaraan mereka mati sudah bertahun-tahun. Untuk mengantisipasinya mereka mengubah

Pemalsuan Plat Nopol Kendaraan Marak Terjadi, Inilah Para Pemesannya
TRIBUN JAMBI
Tempat reparasi plat kendaraan di Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemalsuan pelat nomor kendaraan di Kota Jambi cukup marak terjadi.

Hal ini dikatakan oleh beberapa tukang cetak pelat modifikasi di kawasan Pasar Handil, dan juga di tempat lainnya, di Kota Jambi.

Satu di antara tukang cetak Pelat, J, mengaku tak sedikit masyarakat memanipulasi pelat kendaraan mereka karena enggan membayar perpanjangan pajak di kantor Samsat.

"Rata‑rata pajak kendaraan mereka mati sudah bertahun-tahun. Untuk mengantisipasinya mereka mengubah bulan dan tahun di pelat kendaraanya. Itu sering terjadi," tutur J sambil menerima pesanan pelat untuk dimodifikasinya.

Untuk membuat pelat baru di tempat J khusus untuk kendaraan mobil dikenakan sebesar Rp 80 ribu per pasang, untuk sepeda motor Rp 50 ribu per pasang.

"Tergantung nego. Kalau cuman merapihkan pelat baru gak segitu harganya, lebih murah lagi," katanya.

Meskipun J mengetahui itu dilarang dalam undang‑undang, namun demi menafkahi keluarganya ia mau tak mau harus melakukan hal itu.

"Rata-rata tukang buat pelat juga melakukan hal yang sama, nggak mungkin mereka minta mengubah tahun di pelatnya lalu kita tolak," katanya.

Hal sama diungkapkan B. Tukang pelat kendaraan ini juga sering memodifikasi pelat yang sudah mati. "Ada juga yang seperti itu," katanya.

Ia mengatakan, rata‑rata para pengendara memodifikasi pelat karena kelengkapan surat seperti BPKB atau STNK hilang.

"Ada yang hilang, ada yang nunggak cukup lama. Mereka dak mau pusing makanya tahun di pelat nya saja diperpanjang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah kendaraan di Provinsi Jambi yang pajaknya tidak dibayar ternyata cukup banyak.

Berdasarkan data dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi, jumlah yang pajaknya ditunggak berasal dari setidaknya 200 ribu unit kendaraan.

Jumlah ini sudah berkurang jauh dibandingkan setengah tahun yang lalu. Pada awal tahun lalu, ada 600 ribu unit kendaraan yang pajaknya tidak dibayar. (*)

Penulis: tribunjambi
Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved