TribunJambi/

Ratusan Mahasiswa Unja Disebar ke 20 Titik

Kukerta Revolusi Mental tahun ini merupakan tahun kedua dan diharapkan tahun ini dapat menunjukkan perkembangan

Ratusan Mahasiswa Unja Disebar ke 20 Titik
ELFRIDE SIAGIAN
Suasana jelang keberangkatan mahasiswa Unja menuju lokasi kuliah kerja nyata, Jumat (18/8) 

Laporan Elfride Siagian

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekitar 290 mahasiswa Universitas Jambi mengikuti Kuliah Kerja Nyara (Kukerta) 2017 yang berlangsung selama dua bulan, mengusung konsep revolusi mental.

Mahasiswa yang mengikuti akan melaksanakan program kerja (proker) yang mengusung pada lima tema besar, yakni Indonesia melayani, bersih, tertib, mandiri, bersatu.

Selama dua bulan mahasiswa akan berada dan menetap bersama masyarakat di wilayah Kota Jambi dan Muaro Jambi.

“Kota Jambi terbagi dalam 11 kelurahan, sedangkan Muaro Jambi terbagi di sembilan desa,” jelas Ali Sadikin panitia kukerta serta mengemban tugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Jumat (18/7).

Kelurahan di Kota Jambi yang ditempati meliputi Tanjung Johor, Tahtul Yaman, Kampung Tengah, Arab Melayu, Mudung Laut, Kampung Jelmu, Ulu Gedong, Olak Kemang, Tanjung Pasir, Tanjung Pasir, Tanjung Raden, dan Pasir Panjang.

Sedangkan Muaro Jambi meliputi Desa Keranggan, Kedaton, Tantang, Pematang Gajah, Mendalo Darat, Muhajirin, Muaro Sebo, dan Yogan.

Ali mengungkapkan pemilihan tempat untuk Kukerta berdasarkan karakter desa yang bisa digerakkan dalam proker Indonesia bersih, Indonesia melayani, Indonesia mandiri, Indonesia bersatu, dan Indonesia tertib.

“Lokasi yang terjangkau dari Unja juga menjadi salah satu faktor pemilihan tempat karena dana yang turun hanya kurang dari Rp 200 juta dari Kementerian Pengembangan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) yang dibagi untuk 20 desa,” jelasnya.

Ali berharap mahasiswa dapat melaksanakan proker dengan baik agar bisa memberikan sumbangan pemikiran yang dapat mewujudkan perubahan di desa tempat mahasiswa.

Kukerta Revolusi Mental tahun ini merupakan tahun kedua dan diharapkan tahun ini dapat menunjukkan perkembangan dari tahun sebelumnya.

Keberhasilan Kukerta tahun lalu yang merupakan angkatan pertama berhasil mencuri perhatian langsung dari pihak universitas.

“Keberhasilan mahasiswa tahun lalu di desa Kedotan dengan proker pembuatan bank sampah membuat kampus menindaklanjuti dengan memberikan dana Rp 40 juta untuk realisasi bank sampah,” katanya.

Harapannya berlangsungnya Kukerta ini masyarakat dan mahasiswa mendapatkan pendidikan karakter dan menjalin hubungan baik diantara keduanya. (*)

Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help