TribunJambi/

Menguak Fakta Hiburan Malam Jambi

Ternyata Para PSK Online dan Penari Striptis Tidak Jadi Tersangka

Prostitusi online itu ada maminya (germo). Ada orang yang menerima keuntungan dari bisnis tersebut

Ternyata Para PSK Online dan Penari Striptis Tidak Jadi Tersangka
TRIBUN JAMBI
Atraksi penari seksi nan erotis di Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - karaoke keluarga di Kota Jambi ternyata banyak yang telah disalahgunakan.

Penyalahgunaan itu dilakukan pengunjung dan oknum-oknum yang bekerja di tempat tersebut. Sejumlah tempat terindikasi menjadi titik awal terjadinya prostitusi.

Baca: Terungkap, Tak Sekadar Tempat Nyanyi, Begini Transaksi Di Room Karaoke

Lady escort yang awalnya hanya menemani bernyanyi, banyak yang diajak tamu untuk melakukan tari striptis, hingga melanjutkannya dengan kencan semalam.

Kasubdit IV Kekerasan Anak dan Wanita (Renata) Polda Jambi, AKBP Herry Manurung menegaskan tempat karaoke keluarga tidak diperbolehkan mengizinkan adanya striptis di ruang karaoke.

Baca: Penari Striptis di Jambi Raup Banyak Uang, Ini Tarif Mereka

Hal ini mengacu pada izin dan peraturan daerah (Perda). "Ini penegak perda yang harus melakukan penertiban," ujarnya kepada Tribun, Selasa (8/8).

Mengenai indikasi wanita pesanan tersebut juga terkait dengan prostitusi online, Herry katakan, hal tersebut harus benar-benar dipastikan terlebih dahulu.

Ia menjelaskan, prostitusi online merupakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Harus ada bukti penawaran atau iklan di jejaring sosial.

Baca: Satpol PP Temukan Lady Escort di Family Karaoke, Bagini Tindakannya

"Prostitusi online itu ada maminya (germo). Ada orang yang menerima keuntungan dari bisnis tersebut. Itu termasuk pengeksploitasi wanita," katanya.

Dia mengatakan, kalau memang terbukti ada germonya dan orang itu disuruh kerja seks sesuai pesanan, itu sudah termasuk undang-undang perdagangan orang.

Baca: Pengakuan Penyewa Striptis di Jambi: Makin Disawer Makin Erotis

Biasanya, lanjutnya, para pekerja seks atau penari striptis tidak dijadikan sebagai tersangka, melainkan sebagai korban.

"Yang jadi tersangka adalah si mami atau germonya tadi, karena meraup keuntungan dari bisnis itu," ujar Herry. (*)

Penulis: tribunjambi
Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help