TribunJambi/

Dunia Sosmed

Mengapa Saat Donor Tidak Dibayar, Tapi Saat Butuh Harus Bayar? Apa PMI Jual Darah?

Sebelumnya Tribunjambi.com mengutip unggahan Utd Pmi Cianjur telah membahas tentang donor universal dan recipient universal.

Mengapa Saat Donor Tidak Dibayar, Tapi Saat Butuh Harus Bayar? Apa PMI Jual Darah?
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebelumnya Tribunjambi.com mengutip unggahan Utd Pmi Cianjur telah membahas tentang donor universal dan recipient universal. Maksudnya, darah O bisa donor ke semua, sementara darah AB bisa menerima semua.

Dijelaskan, dalam unggahan Jumat (11/8) di dinding akun Facebook B Utd Pmi Cianjur bahwa dulu ulu teori tersebut memang sempat dipakai ketika alat-alat kesehatan belum begitu canggih dan jumlah pendonor sukarela juga tidak banyak.

Saat ini teori donor dan recipient universal sudah tidak diaplikasikan lagi untuk meminimalisir terjadinya komplikasi di tubuh pasien. Apabila tetap dilakukan, maka kemungkinan yang terjadi si pasien bisa tertolong atau malah langsung mati sekalian.

Nah, golongan darah yang sama saja bisa terjadi komplikasi/ketidakcocokan, apalagi yang golongan darahnya beda.

"Nah untuk itulah ada biaya sebesar 360 ribu per kantong di PMI, salah satunya untuk biaya uji kecocokan antara darah pendonor dengan darah pasien."

Ini lengkapnya penjelasan dari Utd Pmi Cianjur:

Kenapa ada biaya yang harus kita bayar saat kita butuh darah, padahal saat kita mendonor, kita gak dibayar? Apakah PMI jual darah? Nope, sama sekali tidak!

Transfusi darah itu tidak seperti yang kita lihat di sinetron-sinetron di televisi, dimana habis disedot dari badan seseorang, langsung di transfusikan ke badan si penerima. Actually, yang kita lihat di sinetron itu menurut saya justru membuat orang jadi salah kaprah, karena darah tidak mungkin bisa langsung dipindahin ke tubuh penerima seperti layaknya transfer uang. Ada proses-proses yang harus dilalui, antara lain proses pemeriksaan calon pendonor, proses pengambilan darah, screening, penyimpanan, dsb.

Biaya yg kita keluarkan per kantong darah sebenarnya adalah biaya penggantian pemeliharaan darah, supaya kondisinya tetap sama seperti saat berada dalam tubuh kita. Biaya ini yg kita kenal dgn nama BPPD atau Biaya Penggantian Pengelolaan Darah. Besarnya ditentukan ol/ subsidi pemda setempat. Biaya BPPD itu terdiri dari:

#1. Kantong darah! Kantongnya didesain khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak, kantong darah ini masih import, sehingga komponen BPPD menjadi mahal. Selain kantong darah yang masih import, juga biaya alat-alat yang disposable alias sekali pakai, misalnya: Kapas, alkohol, jarum, selang dsb.

Halaman
123
Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help