TribunJambi/
Home »

News

Pasutri Bos First Travel yang Rugikan Puluhan Ribu Jemaah Umrah, Niat Kabur dengan Perusahaan Baru

Adanya iming-iming bunga sebesar 10 persen per bulan diduga menjadi salah satu alasan First Travel menanamkan investasinya ke Koperasi Pandawa.

Pasutri Bos First Travel yang Rugikan Puluhan Ribu Jemaah Umrah, Niat Kabur dengan Perusahaan Baru
ist kolese
Pasangan suami-istri, Andika Surahman dan Annisa Devitasari Hasibuan, ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. 

Menurut Eggi ada beberapa hal yang membuat permasalahan kliennya masuk ranah perdata.

Dia mendasarkan pada kesepakatan antara pihak First Travel dengan tim Waspada Investasi yang diisi oleh OJK, Kementerian Agama, polisi, dan beberapa instansi lain yang terkait.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan pada 18 Juli 2017.

"Nah, kesepakatannya, menurut ilmu hukum perdata, kalau sudah jadi kesepakatan, maka itu menjadi Undang-Undang," kata Eggi.

Eggi menuturkan ada tiga poin dalam kesepakatan tersebut. Poin pertama adalah meminta First Travel menghentikan paket promo, kedua tidak boleh memberangkatkan haji lima hingga tujuh ribu jemaahnya.

Poin ketiga adalah untuk jemaah yang tidak sependapat, atau tak mau berangkat dengan First Travel, boleh meminta pengembalian uangnya. Pengembalian dana tersebut kategorinya dari 30-90 hari kerja.

"Jadi kurang lebih, seharusnya November atau akhir Desember 2017 ini dong. Kalau dihitung wanprestasi, baru bisa disebut penipuan, baru disebut penggelapan uang. Kalau sekarang kan, masih dalam koridor itu, nggak bisa dong," ujar Eggi.

Jemaah Umrah Bingung
Seorang jemaah sekaligus korban First Travel mengaku bingung atas pengembalian dana umrah saat Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari sebagai pemilik PT First Anugerah Karya Wisata menjadi tersangka.

Elly calon jemaah umrah asal Jakarta yang dihubungi Tribun mengaku dirinya juga ikut melaporkan permasalahan tertundanya pengembalian uang ke Polda Metro Jaya.

"Penangkapan Andika dan Anniesa ada plus minusnya, di satu sisi senang, hukum sudah berjalan baik dan berpihak pada rakyat kecil, tapi kemudian bagaimana Andika dan Anniesa menyelesaikan kasus pengembalian uang kalau keduanya ditahan dan belum diketahui sampai kapan dilakukan penahanan," kata Elly.

Halaman
1234
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help