TribunJambi/

Kasus Korupsi E KTP

Menurut KPK Meninggalnya Johannes Marliem Tidak Ganggu Penyidikan e-KTP

Apakah meninggalnya Johannes Marliem akan menganggu penyidikan korupsi e-KTP? Bagaimana nasib penanganan perkara e-KTP yang banyak menyeret sejumlah

Menurut KPK Meninggalnya Johannes Marliem Tidak Ganggu Penyidikan e-KTP
KOMPAS IMAGES/ABBA GABRILLIN
Saut Situmorang 

TRIBUNJAMBI.COM,JAKARTA - Saksi kunci kasus mega korupsi e-KTP Johannes Marliem dikabarkan tewas bunuh diri di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kini penyebab pasti tewasnya Johannes masih diselidiki oleh kepolisian Amerika serikat.

Johannes Marliem disebut saksi penting karena memiliki rekaman pembicaraan proyek e-KTP dengan Ketua DPR Setya Novanto, rekaman inilah yang disebut menyeret Setya Novanto jadi tersangka di korupsi e-KTP.

Lalu apakah meninggalnya Johannes Marliem akan menganggu penyidikan korupsi e-KTP? Bagaimana nasib penanganan perkara e-KTP yang banyak menyeret sejumlah nama-nama besar ?

Menjawab hal ini, Wakil Pimpinan KPK, Saut Situmorang memastikan bahwa meninggalnya saksi kunci e-KTP, Johannes Marliem, tidak akan menghambat proses penanganan perkara yang sedang berlangsung.

"Saya pribadi 99,9 persen yakin kami, itu tidak berpengaruh dengan kasus yang sedang kita tangani," tegas Saut dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/8/2017).

Saut juga berpesan agar ‎seluruh pihak tidak menganggu proses penanganan kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini.

Terlebih Senin (14/8/2017) nanti merupakan sidang perdana terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

"Harapannya agar semua pihak membantu (menyelesaikan kasus e-KTP) sehingga negara kita cepat sejahtera dan memiliki daya saing. Semua harus jujur," tambahnya.

‎Diketahui Johannes Marliem meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Beredar kabar Marliem bunuh diri di kediamannya.

Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik.

‎Dia adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap e-KTP tahun 2011-2013.

Dia juga ‎saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP. Pada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI.

Atas tewasnya Johannes, KPK memastikanpenyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan karena KPK mengklaim memiliki bukti kuat, penyidikan e-KTP untuk dua tersangka, Setya Novanto dan Markus Nari.

Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help