TribunJambi/

Perkembangan Anak

Alternatif Permainan, agar Anak Tidak Terlalu Sering Bermain Gadget

Pernahkah Anda bereksperimen dengan memberikan anak Anda mainan seperti robot-robotan, boneka atau sebagainya berbarengan dengan ponsel atau gadget?

Alternatif Permainan, agar Anak Tidak Terlalu Sering Bermain Gadget
KOMPAS.com/Iwan Supriatna
Lego yang menggambarkan suasana perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkah Anda bereksperimen dengan memberikan anak Anda mainan seperti robot-robotan, boneka atau sebagainya berbarengan dengan ponsel atau gadget?

Jika anak Anda memilih mainan selain gadget, Anda patut bersyukur karena berarti dia akan lebih banyak bergerak. Namun, bila buah hati Anda lebih memilih gadget apalagi usianya masih anak-anak, maka Anda sebagai orang tua harus sesegera mungkin mengambil tindakan karena gadget lebih mungkin menimbulkan kecanduan pada anak.

Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie M.Psi,CH. mengatakan, mau tidak mau, suka tidak suka, anak kita akan bersinggungan dengan gadget. Terlebih di era serba teknologi ini, hampir semua orang memiliki gadget.

"Anak-anak itu selalu mencontoh orang dewasa yang berada di dekatnya. Kalau di dekat mereka banyak orang dewasa yang bermain gadget, maka mereka akan menirunya," kata Liza saat ditemui Kompas Lifestyle di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Menurut Liza, lingkungan sekitar akan sangat mempengaruhi pola kembang anak. "Anak itu seperti spons, dia mudah menyerap apa-apa yang ada di sekitarnya. Maka tergantung pada kita, apa yang akan kita berikan pada mereka," tutur Liza.
Agar anak tidak selalu bermain gadget, atau setidaknya menguranginya, cobalah memberikan contoh kepadanya permainan lain sebagai alternatif. Anak biasanya suka hal-hal yang menantang dan mainan-mainan kreatif seperti balok susun dan merangkai.

Lego, salah satu merk permainan merangkai bentuk, dipercaya bisa membuat anak lebih fokus, mengasah daya imajinasi, dan mampu melatih kesabaran.

Jangan malu atau ragu untuk ikut bermain bersama anak Anda karena antusiasme orangtua akan membuat anak tertarik. "Cobalah untuk bermain bersamanya, ajarkan mereka cara berkonsentrasi menyelesaikan suatu hal dan ajarkan juga untuk duduk diam dan bersabar," ujar Liza.

Selain itu buatlah bentuk-bentuk dan tantangan baru karena pada dasarnya anak menyukai permainan yang bertingkat di mana ia tertantang untuk naik level.

"Coba lakukan itu secara rutin, ciptakan permainan-permainan baru, ini akan membantu," pungkasnya.

Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help