TribunJambi/
Home »

Seleb

» Gosipi

Ini Penjelasan Soal Kekentalan Darah yang Sebabkan Ashanty Keguguran

Meski mengaku kebobolan, Ashanty mengaku sangat bersedih atas keguguran yang dialaminya beberapa hari lalu. Istri Anang Hermansyah ini bahkan mengaku

Ini Penjelasan Soal Kekentalan Darah yang Sebabkan Ashanty Keguguran
instagram/ashanty_ash

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Meski mengaku kebobolan, Ashanty mengaku sangat bersedih atas keguguran yang dialaminya beberapa hari lalu. Istri Anang Hermansyah ini bahkan mengaku sempat stres dan tidak bisa tidur selama dua hari.

Ini bukanlah keguguran yang pertama bagi Ashanty. Ia sempat mengalami keguguran pada kehamilan sebelum-sebelumnya. Diketahui Keguguran berulang kali ini diakibatkan riwayat kekentalan darah yang dimiliknya.

Dalam laman kompas.com dijelaskan seorang wanita dapat didefinisikan mengalami keguguran berulang bila mengalami keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu. Secara epidemiologi, angka kejadian keguguran berulang mencapai satu hingga dua persen dari populasi.

Menurut dr Kanadi Sumapraja, SpOG, MSc dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM, keguguran berulang terjadi bukan karena kebetulan. "Terdapat suatu kelainan yang spesifik pada kasus keguguran berulang," katanya.

Keguguran yang terjadi pada fase janin awal dan lanjut (terjadi di usia kehamilan 12-24 minggu) banyak dikaitkan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan trombofilia. Ini adalah keadaan saat darah mengalami pembekuan secara berlebihan dan menyebabkan gangguan aliran pada pembuluh darah.

Diperkirakan, sebanyak 7-25 persen penderita keguguran berulang mengalami sindrom darah kental. "Bekuan darah akan menutupi saluran darah ke plasenta yang memberi makanan ke janin. Hal ini akan mengancam sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin," kata dokter Kanadi.

Menurut Kanadi, perubahan fisiologis saat kehamilan sendiri akan mengakibatkan sedikit peningkatan kekentalan darah. Namun, sindrom darah kental juga bisa terjadi karena genetis (keturunan), stres tinggi, merokok, dan karena ada reaksi autoimun. Untuk mengetahui kemungkinan "bakat" kekentalan darah, kita bisa menjalani tes kekentalan darah.

Untuk mengatasi kondisi darah kental, biasanya dokter akan memberikan heparin (anti-bekuan darah) pada ibu hamil. Suntikan heparin ini harus dilakukan setiap hari untuk menekan aktivitas keping-keping darah dan trombosit.

"Heparin bisa diberikan sesegera mungkin, terutama bila ada riwayat kematian janin saat kehamilan trisemester akhir," kata dokter yang sehari-harinya berpraktik di Klinik Yasmin, RSCM Jakarta, ini.

Selain sebagai pengencer darah, penelitian menunjukkan bahwa heparin juga memiliki efek menghambat pengikatan antibodi antifosfolipid, memicu terjadinya anti radang, dan memfasilitasi proses implantasi plasenta. "Penelitian membuktikan kombinasi heparin dan aspirin memberi hasil cukup baik. Sebanyak 84 persen bayi lahir hidup," kata Kanadi.

Penulis: rida
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help